Harianpilar.com, Lampung Utara – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampunmg Utara (Lampura), Syahrizal mengungkapkan hasil pendataan ulang (survei) sosial ekonomi penduduk Lampura di tahun 2017 ini yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka kemiskinan menurun dibanding data BPS sebelumnya (2011). Namun sayangnya, Syahriza tidak merinci penurunan angka kemiskinan yang dimaksudkan.
Dikatakan, survei yang berlangsung selama kurang lebih tiga pekan dan berakhir pada tanggal 21 Maret lalu menunjukkan adanya perubahan data kemiskinan yang menurun secara signifikan. “Hasil pendampingan pendataan BPS menyatakan bawah masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan di kabupaten Lampura menurun drastis. Dari data real di lapangan masyarakat banyak yang telah mampu memenuhi kebutuhan dasar minimal terkait pangan, sandang dan papan,” ungkap dia saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu(22/3/2017).
Menurut dia, Indonesia memiliki standar nasional terkait katagori penghasilan masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan yakni 25 $ perbulan atau Rp350 ribu per bulan. “Program unggulan pro rakyat yang digulirkan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara seperti sekolah gratis, pengobatan gratis ternyata juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat karena beban pengeluaran masyarakat otomatis menurun,” ujarnya.
Hasil pendataan sosial ekonomi itu rencananya akan dirilis oleh BPS pada awal 2018 yang akan datang sebagai update data untuk dijadikan rujukan. “Bupati senantiasa menekankan adanya koordinasi yang baik dan intens antara satuan kerja dengan instansi vertikal. (BPN, BPS dan PLN).Agar program pembangunan bisa berjalan lancar,” katanya. (iswant/yoan)








