oleh

Tanggamus dan Lambar Diguncang Gempa Bumi Tektonik

Harianpilar.com, Tanggamus – Dua Kabupaten di Provinsi Lampung, yakni Tanggamus dan Lampung Barat (lambar) pada malam Selasa (20/3/2017) diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan 5,2 skala richter. Namun gempa yang terjadi sekitar pukul 20.13 WIB tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus Romas Yadi, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Darma Setiawan mengatakan berdasarkan keterangan yang diperoleh BPBD dari Badan Metereologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa terjadi di Samudera Hindia, 156 Km arah barat daya, Kota Agung pada kedalaman 56 kilo meter, tingkatan guncangan menunjukan bahwa dampak gempa dirasakan di Kecamatan Kotaagung Tanggamus, Krui, Liwa, Kota Jawa, Negeri Ratu, Belimbing, Tampang.

“Warga yang terkejut, berhamburan keluar rumah karena guncangan tersebut, namun demikian hingga sampai saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa bumi ini, gempa ini merupakan jenis gempa bumi berkedalaman dangkal, akibat aktifitas subduksi lempeng, yakni lempeng Indoaustralia, menuju kebawah lempeng Eurasia,” kata Darma, Rabu (21/3/2017).

Masih berdasarkan keterangan BMKG lanjutnya gempa ini juga dipicu penyesaran naik, dan berdasarkan monitoring BMKG masyarakat tidak perlu khawatir karena hingga sampai saat ini belum ada tanda-tanda gempa susulan akan terjadi, untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar tetap tenang dan karena gempa yang sempat membuat masyarakat terkejut tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

“Berbagai upaya sudah kita lakukan, agar masyarakat waspada potensi bencan gempa, seperti sosialisasi dan simulasi gempa bumi dan tsunami yang telah kita laksanakan belum lama ini, dengan harapan masyarakat dapat memahami tindakan apa yang seharusnya dilakukan bila bencana gempa terjadi, kendati demikian kita akan upayakan kembali memberikan pemahaman kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

BPBD Tanggamus juga menurutnya, sudah mengajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar pada tahun ini kegiatan serta sosialisasi kembali dilakukan diberbagai wilayah yang di Tanggamus, khususnya didaerah yang merupakan rawan bencana.

“Artinya kita tetap berupaya memberikan pelatihan kepada masyarakat, karena mengingat di daerah Tanggamus tingkat kerawanan bencana yang terjadi juga berbeda, nanti akan kita petakan, dan diseuaikan dengan potensi bencana alam yang sering terjadi ditempat tersebut, baik itu tanah longsor, banjir, gempa bumi dan sebagainya,” tukasnya. (Agus/Mar)