Harianpilar.com, Lampung Tengah – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) DR. Ir. Mustafa memiliki kinerja luar biasa dalam mendorong percepat pembangunan. Keduanya sama-sama mengulirkan program-program unggulan yang kini mulai terlihat hasilnya di tingkatan masing-masing.
M Ridho Ficardo sukses ‘menggedor’ pemerintah pusat agar menggulirkan program dan mengalokasikan anggaran besar ke Lampung, berbagai program pemerintah pusat mulai dari infrastruktur, pertanian, perkebunan hingga pendidikan dan kesehatan diturunkan ke Lampung. Hal itu menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung di atas rata-rata pertumbuhan Nasional.
Bahkan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Untung Nugroho menyatakan kondisi keuangan Lampung dalam keadaan Stabil dan Baik, yaitu meningkat sebesar 5.15% pada tahun 2016 dari tahun sebelumnya.
Direktur Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, Arief Hartawan, menyebutkan selama kepemimpinan Gubernur Ridho Ficardo 3 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Lampung selalu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Gubernur Ridho Ficardo menyatakan, dari sisi geografis Provinsi Lampung memiliki keunggulan dimana Provinsi Lampung berada di gerbang pulau sumatara, sehingga hilirisasi produk-produk pertanian dapat lebih optimal.
Menurut Ridho, potensi Lampung tersebutlah yang menjadikan Provinsi Lampung menjadi nomor 4 dalam hal ketahanan pangan Nasional.”Kemudian, program-program Provinsi Lampung yang berbasis ketahanan pangan, Industrialisasi, dan pembangunan pariwisata dari basis pertanian (Agro wisata) inilah yang di harapkan dapat mendorong investasi di Provinsi Lampung sehingga mendorong variabel pertumbuhan ekonomi di Lampung,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lamteng DR. Ir. Mustafa terus menggulirkan program prorakyat. Setelah sukses ‘membudayakan’ ronda, meningkatkan tarap ekonomi petani dengan mendorong kenaikan harga singkong, hingga pembenahan pendidikan dan pelayaan kesehatan, kini Mustafa mulai menggenjot sektor infrastruktur di tingkat desa atau kampung.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Lampung itu berencana membangun 600 kilometer jalan kampung.
Pembangunan jalan ini sebagai upaya menjawab keluhan mayoritas masyarakat terkait banyaknya jalan kampung yang rusak. Menurut Mustafa, dari 3 ribuan kilometer jalan di Lampung Tengah, sebanyak 70 persen mengalami kerusakan. Melalui Alokasi Dana Desa (ADD) rencananya akan dibangun 2 km jalan di setiap kampung.
“Tahun ini pemerintah akan membagikan anggaran Rp 600 juta untuk setiap kampung. Saya harap dana ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat, khususnya jalan. Prioritaskan untuk pembangunan jalan. Kedepan anggaran akan terus ditambahkan hingga Rp 1 miliar perkampung,” jelasnya, Selasa (21/3/2017).
Tak hanya itu, menindaklanjuti pengaduan jalan rusak dari warga, pihaknya membuat gebrakan dengan membentuk UPTD sebagai tim reaksi cepat dibawah naungan Dinas Bina Marga. UPTD inj bertugas mendata jalan-jalan rusak baik jalan kabupaten maupun provinsi untuk kemudian diajukan penganggarannya di APBD.
Menurutnya persoalan infrastruktur khususnya jalan harus segera diselesaikan agar mobilitas warga lancar dan roda perekonomian tidak terganggu.
Ia juga mengajak masyarakat ikut bergotong royong membangun jalan. Warga bersama pemerintah, lanjutnya, harus bersatu dan bahu membahu untuk memperbaiki jalan yang ada.
“Jangan ada yang berpangku tangan. Warga dari seluruh elemen harus berpartisipasi membantu pemerintah untuk mewujudkan Lampung Tengah yang lebih baik. Jalan rusak adalah tanggung jawab kita bersama yang harus diselesaikan bersama juga,” pungkasnya. (Edy/Maryadi)









