oleh

Dinkes Himbau Masyarakat Cegah Penyebaran DBD

Harianpilar.com, Pesawaran – Terkait kasus DBD yang menghantui serta mewabah di Dusun Waysemah dan Dusun Sukamulya, Desa Sukadadi, Kecamatan Gedongtataan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran menghimbau kepada mesyarakat untuk selalu tanggap dan responship terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal. Dan tidak hanya itu saja, pihak Dinkes juga berharap adanya kesadaran maupun laporan masyarakat guna  membantu  menekan korban yang disebabkan oleh nyamuk dengue.

“Pihak Puskesmas Gedongtataan telah melayangkan surat ke desa untuk melaksanakan Jum’at bersih. Informasinya kegiatan tersebut sudah mulai berjalan,” papar dr. Elvira, Kasi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Pesawaran, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at (17/3/2017).

Pentingnya kesadaran masyarakat akan hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat mereka tinggal, kata Elvira menambahkan, merupakan langkah intensif dalam pencegahan penyebaran dan berkembang biaknya jentik nyamuk aedes aegypti. Dan hal itu tentunya mesti tanggung jawab bersama dalam pelaksanaannya.

“Dengan cara menguras, mengubur dan menutup (3 M plus) ditempat  genangan air, merupakan langkah awal untuk pencegahan serta mengantisipasi penyebaran penyakit DBD. Karena nyamuk aedes agghepti ini senang dan hinggap serta  bertelur pada tempat genangan air yang bersih, seperti halnya pada ember dan bak mandi serta tempat lainnya,” ungkap Eelvira mewakili Kadiskes Pesawaran, Harun Tridjoko.

Selanjutnya Elvira mengatakan, untuk mengantisipasi merebaknya wabah penyakit DBD, terutama menjelang menghadapi pergantian musim (pancaroba), kiranya peran aktif masyarakat akan kondisi kebersihan dan kesehatan lingkungannya sangat signifikan.

“Yang mengetahui situasi dan kondisi akan kesehatan lingkungan sekitarnya tentuanya masyarakat setempat itu sendiri. Dan jangan sampai setelah adanya kasus DBD baru mulai melakukan tindakan dan pencegahan. Namun semuanta dimulai sejak sedini mungkin,” ulas Eelvira.

Sementara diketahui sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak kurang dari 15 orang warga Desa Sukadadi, Kecamatan  Gedongtataan terindemis penyakit DBD. Bahkan akibat keganasan gigitan nyamuk aedes aeghepti ini menelan korban salah seorang warga desa setempat. (Fahmi/Mar)