oleh

Prof. Dr. Karomani: Pempimpin Sejati Itu Bukan Pemimpin Musiman

Harianpilar.com, Bandarlampung – Wakil Rektor III Universitas Prof. Dr.Karomani, menilai para calon pemimpin yang hanya akan turun lapangan pada saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan sekedar member janji namun lupa saat terpilih merupakan pemimpin musiman yang tidak bisa menjadi negarawan yang baik.

“Pemimpin seperti itu bukan calon pemimpin yang sejati yang seperti itu, calon pemimpin yang mencari muka di tengah rakyat dan pemimpin yang seperti itu tidak akan menjadi negarawan. Karena kepemimpinannya hanya dimotivasi oleh hal-hal yang berjangka pendek. Negarawan itu tidak mengenal cuaca terang mendung gelap, dia akan turun ke bawah, ke rakyatnya, dan itu pemimpin sejati, dan itu bukan pemimpin yang musiman,” ungkap Prof. Karomani, saat ditemui di ruanganya, Rabu (22/2/2017).

Menurutnya, bila rakyat itu cerdas maka tidak akan menjatuhkan pilihannya kepada calon pemimpin yang seperti itu. Untuk itu, rakyat harus jeli dalam menentukan pilihan terhadap calon pemimpin.

“Dan kalau rakyat yang cerdas tidak jatuh pada pemimpin dengan tipikal yang seperti itu,” ucapnya.
Bila membahas terkait demokrasi, menurut dia, paling tidak yang pertama perlu ditingkatkan kualitas pendidikan rakyat terlebih dahulu, yang kemudian disusul dengan meningkatkan tingkat kesejahteraannya, baru bisa berjalan demokrasi yang cerdas.

“Kalau bicara tentang demokrasi begini, demokrasi itu baru bagus kalau paling tidak yang pertama pendidikan masyarakatnya relatif sudah tinggi, syukur-syukur pendidikannya rata-rata lulusan Universitas, yang kedua ekonominya juga sudah bagus, baru demokrasi baru bisa berjalan. Jadi di tengah rakyat lapar, di tengah rakyat bodo, enggk mungkin rakyat itu menjatuhkan pilihan kepada pilihan yang cerdas, maka itu tidak heran ada money politik dan segala macem, karena rakyatnya kurang cerdas, rakyatnya kurang sejahtra,” jelasnya.

Selaras dengan pendapat Ketua DPRD Provinsi Lampung, Dedi Afrizal mengatakan, bahwa pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang mau mendengarkan spirasi masyarakat dan memberikan kesejahteraan sebagai bentuk kerja nyata.

“Ya kalau bicara pemimpin yang tepat, dilihat dari kinerjanya, mau mendengarkan keluhan rakyatnya,” kata Dedi saat dihubungi via telepon, Rabu (22/2/2017).

Menurut Dedi, para calon pemimpin itu turun kepada masayrakat itu hanya pada saat ada perlu saja, nantinya akan menjadi beban moral yang akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Yang calon pemimpin hanya turun pada saat ada perlu saja, nanti nya akan menimbulkan beban moral, dan nanti kalau mencalon kembali pasti tidak akan dipilih kembali,” imbuhnya. (Ramona/JJ)