Harianpilar.com, Lampung Selatan – Ribuan hektare (Ha) lahan pertanian di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) terendam banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin (20/2/2017) sampai dengan, Selasa (21/2/2017).
Data yang diperoleh dari pihak Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DPTPH) Kabupaten Lampung Selatan, berdasarkan monitoring di lapangan di sejumlah kecamatan terkena banjir, tercatat Kecamatan Candipuro areal persawahan terendam banjir seluas 1.156 Ha, Kecamatan Sragi seluas 175 Ha terendam banjir, Kecamatan Palas areal persawahan seluas 875 Ha terendam banjir, Kecamatan Ketapang areal persawahan seluas 84 Ha terendam banjir, terakhir Kecamatan Jati Agung areal persawahan yang terendam banjir seluas 3 Ha.
Kepala DPTPH Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih mengatakan, terendamnya areal persawahan di sejumlah kecamatan sudah dilaporkan kepada Bupati Lampung Selatan. Dijelaskannya juga, banjir yang terjadi di Kecamatan Palas dan Kecamatan Sragi, secara umum terjadi akibat meluapnya air dari sungai Way Pisang.
“Sedangkan, di Kecamatan Candipuro karena meluapnya air dari sungai Way Katibung yang tidak mampu menampung debit air hujan dengan intensitas tinggi,” jelasnya saat dihubungi selasa (21/2/2017).
Dia juga menambahkan, untuk mengurangi beban kerugian bagi petani yang mana areal persawahan mereka terkena banjir. Pihaknya mengupayakan realisasi bantuan benih padi melalui cadangan benih daerah (BCD) yang ada di kabupaten dan provinsi serta cadangan benih nasional (CBN).
Selain itu, tambah Rini, pihaknya juga mengajak petani yang berada diwilayah rawan banjir untuk mengikuti asuransi usaha tanaman pangan (AUTP) yang berguna jika sewaktu-waktu petani mengalami kerugian dapat diklaim melalui asuransi tersebut.
“Kami juga akan melakukan monitoring secara itensif terhadap kondisi banjir, sehingga dapat diperoleh kepastian data tentang luas areal pertanaman padi yang benar-benar mengalami gagal panen (PUSO, red),” tambahnya.
Lebih jauh dirinya mengatakan, sebagai langkah antisifasi akan terjadinya banjir dimasa-masa berikutnya. Pihaknya berharap, khususnya untuk kecamatan yang rawan banjir akibat luapan air sungai, tanggul yang mengalami kerusakan atau jebol dapat diperbaiki instansi terkait.
“Seperti perbaikan tanggul di Desa Sinar Pasmah, dan normalisasi saluran Suangai Way Pisang agar dapat dilaksanakan apabila kondisi cuaca sudah memungkinkan,” pungkasnya.
Terpisah, akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa ini membuat Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan dan Wakil Bupati Nanang Ermanto berbagi tugas meninjau banjir yang terjadi di sejumlah wilayah kecamatan kabupaten setempat, Selasa (21/02).
Bupati Zainudin Hasan melakukan peninjauan di Desa Pematang Pasir dan Desa Way Sidomukti Kecamatan Ketapang, usai menghadiri kegiatan musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan. Sedangkan Wakil Bupati Nanang Ermanto meninjau banjir di Kecamatan Katibung, Way Panji, dan Kecamatan Jati Agung.
Selain kecamatan yang dikunjungi kepala daerah Lampung Selatan terkena banjir akibat guyuran hujan yang cukup tinggi intensitasnya. Data yang dihimpun banjir juga terjadi di Kecamatan Palas, Sragi, Kalianda, Natar, Tanjung Sari, Candipuro. Diwilayah Lampung Selatan sendiri, terjadi hujan dengan curah tinggi yang terjadi sejak Senin (20/02/2017) sampai dengan Selasa (21/2/2017) dini hari.
Sementara, Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto saat meninjau banjir di Kecamatan Way Panji menuturkan, banjir yang terjadi selain disebabkan curah hujan tinggi, penyebab lainya akibat saluran air banyak yang tersumbat oleh sampah.
“Beberapa penyebabnya salah satunya akibat saluran air banyak tertutup, sehingga ketika banjir menggenangi rumah warga itu sendiri,” kata Nanang.
Nanang Ermanto juga meminta, masyarakat setempat untuk gotong royong membersihkan saluran air. “Selain itu, akan kesadaran masyarakat dalam segi kebersihan contoh tidak membuang sampah sembarangan dan lainnya yang dapat menangkal banjir,” pintanya. (Saipul/JJ)









