Harianpilar.com, Lampung Utara – Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah di Provinsi Lampung, Senin (20/2/2017) malam hingga pagi, tidak hanya mengakibatkan banjir, namun juga merusak infrastruktur. Seperti yang terjadi pada Jembatan penghubung Desa Tanjungriang-Desa Sidomulyo, Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Selasa (21/2/2017) ambruk, lantaran tidak kuat menahan debit air Sungai Arum. Warga sekitar sempat panik, khawatir terjadi longsor.
Winarti, salah warga setempat menuturkan, awalnya dia sedang berada di depan rumah miliknya yang berjarak sekitar 10 meter dari jembatan. Saat itu ia mendengar suara gemuruh dari arah jembatan.
“Suara gemuruh mirip gempa. Rumah saya pun sempat bergetar,” terangnya, saat ditemui di lokasi, Selasa (21/2/2017).
Ambruknya jembatan ini, kata Winarti, berlangsung selama lima menit. Spontan dirinya berteriak mengatakan jembatan roboh. Karena takut ambruknya jembatan itu disebabkan tanah longsor, maka dia dan tetangganya berlarian ke bagian atas jalan.
” Kami takut ada musibah longsor, jadi kami berlarian ke atas jalan raya. Saat itu kebetulan tidak ada yang melintas jadi tidak memakan korban jiwa,” katanya.
Jabatan ini, lanjut Winarti, merupakan akses jalan yang dipakai warga sebagai akses menuju Desa Tanjungriang. “Ini akses anak sekolah baik SMP dan SMA yang ingin berangkat sekolah. Karena di desa Sidomulyo belum ada sekolahan,” ungkapnya. (Iswant/Yoan/Juanda)









