oleh

Tekan Laju Inflasi, TPID Gagas Program ‘Gertak Mata Babe’

Harianpilar.com, Tanggamus – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanggamus memiliki terobosan untuk menekan laju inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga bawang dan cabai. Caranya adalah dengan mengajak masyarakat untuk mulai menanam cabai atau bawang dengan polybag atau pot di perkarangan rumah. Nama program yang digagas tersebut adalah Gerakan Serentak Masyarakat Tanam Bawang Cabe (Gertak Mata Babe).

Menurut Ketua TPID Tanggamus yang juga Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekobang) Andi Wijaya, saat ini harga bawang dan cabai cenderung naik di Tanggamus. Kenaikan sendiri dipicu oleh ketersedian barang yang kurang sementara permintaan tinggi.

“Hukum pasar memang seperti itu, kalau barangnya sedikit dan permintaan meningkat maka harganya akan naik sehingga menimbulkan infllasi, nah, dengan program Gertak Mata Babe ini diharapkan suplay barang yakni bawang dan cabai menjadi banyak sehingga inflasi bisa ditekan,” ujar Andi, Rabu (8/2/2017).

Ditambahkan Andi, bahwa untuk menyukseskan program gertak mata babe ini, diperlukan peran dan dukungan semua pihak. Sehingga bisa lebih optimal.

“Ya, perlu dukungan semua pihak, untuk SKPD dilingkungan Pemkab Tanggamus misalnya dinas ketahanan pangan (DKP), dinas pertanian tanaman pangan dan holtikultura (DPTPH), dinas peternakan dan perkebunan (Disnakbun), Bagian Perekonomian Setkab Tanggamus. Kemudian diluar SKPD kita juga akan menggandeng Bank Indonesia (BI), kelompok wanita tani (KWT),penyuluh, HKTI, Pramuka, peserta didik, kader posyandu dan seluruh masyarakat, harapannya kalau semua turut serta program ini bisa berhasil,” kata dia.

Untuk mematangkan program tersebut lanjutnya, maka SKPD terkait akan menggelar rapat guna menentukan peran masing-masing.

“Kita sudah melakukan rapat kecil yang diikuti beberapa SKPD. Untuk Jumat besok (10/2), kita akan mengundang BI,” sebut Andi.

Sementara itu Kepala DKP Tanggamus Suhartono yang merupakan inisiator ‘Gertak Mata Babe’ mengatakan, bahwa gerakan menanam bawang dan cabai bisa dilakukan oleh setiap orang. Untuk pencanangannya sendiri rencananya akan dilakukan di Pekon Landbaw Gisting oleh Plt Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi, hanya saja untuk waktunya kapan, Suhartono belum bisa menentukan, sebab sekarang masih melakukan koordinasi antar stake holder.

“Konsep yang akan digunakan di program Gertak mata babe ini adalah kawasan rumah pangan lestari (KRPL). Artinya yang tidak punya lahan, bisa menanam dengan memanfaatkan perkarangan. Media tanamnya sendiri melalui polybag, pot,atau menggunakan barang-barang bekas. Menanam cabai sendiri memang butuh kesabaran dan ketelitian. Disinilah nanti peran penyuluh ataupun KWT memberikan penjelasan mengenai trik menanam cabai bawang,” tandas Suhartono. (Agus/JJ)