oleh

Usut Proyek ‘Bobrok’ PU Metro

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro didesak mengusut sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat tahun 2016 diduga kuat sarat penyimpangan. Pasalnya, jika di biarkan maka masalah serupa akan terus terulang.

Proyek yang terindikasi bermasalah itu diantaranya Pembangunan Jembatan SMAN 6 Kecamatan Metro Selatan senilai Rp4,5 Miliar yang dikerjakan Karya Jaya Perdana, dan proyek Peningkatan jalan ruas Jalan Hasanudin Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat senilai Rp7,9 Miliar dikerjakan PT Parosai.

Kondisi kedua proyek ini kini sudah mengalami kerusakan cukup parah. Seperti Pembangunan Jembatan SMAN 6 Kecamatan Metro Selatan senilai Rp4,5 Miliar yang dikerjakan Karya Jaya Perdana kini sudah mengalami kerusakan seperti berlubang,amblas bahkan aspal sudah bertaburan.

“Kamis besok kami akan menggelar aksi massa sekaligus melaporkan masalah ini ke kejaksaan,” ujar Ketua Gerakan Lembaga Anti Korupsi (Galak), Suadi Romli, Minggu (5/2/2017).

Menurutnya, aksi massa itu akan dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat.”Kami akan menggelar aksi bersama dengan kawan-kawan lembaga lainnya. Ini akan kita kawal sampai penegak hukum benar-benar mengusutnya, Kejari Metro harusnya proaktif,” tegas Romli.

Jika penegak hukum tidak mengusut masalah itu, lanjutnya, maka bukan mustahil akan terus terulang.”Indikasi penyimpangannya sangat kuat. Mulai dari penggunaan material sampai volumenya diduga kuat tidak sesuai rencana belanja anggaran. Seperti aspalnya sangat tipis, bahkan aspalnya sudah mengelupas dan berceceran,” tandasnya.

Selain itu, jelasnya, kondisi jembatan yang sudah rusak padahal baru hitungan hari itu jelas mengindikasikan secara kualitas maupun kuantitas proyek itu bermasalah,”Untuk membangunan jembatan itu dana yang di habiskan Rp4,5 Miliar, sementara kualitasnya seperti itu. Dibangun dengan kualitas bagus saja rekanan sudah untung. Kenapa harus seperti itu kualitasnya. Ini jelas berpotensi merugikan Negara. Karena proyek yang baru selesai dikerjakan sudah rusak lagi,” tegasnya.

Begitu juga, menurutnya, proyek Peningkatan jalan ruas Jalan Hasanudin Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat senilai Rp7,9 Miliar.Proyek yang dikerjakan PT Parosai ini juga sudah mengalami kerusakan seperti berlubang dan retak-retak.”Proyek jalan ini menelan dana Rp7,9 Miliar lebih dan kini kondisinya juga mulai berlubang. Saya tak habis pikir juga mengapa proyek seperti ini bisa lolos dalam pengawasan,” pungkasnya.

Sementara, pihak Dinas PU Kota Metro hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (Tim/Juanda)