Harianpilar.com, Tanggamus – Musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu (4/2/2017) sore pukul 15.00 wib menyisakan kesedihan bagi Rosyid Joni (55) warga Dusun Banjar Sari, Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, Tanggamus, lantaran ladang tempat ia mencari nafkah untuk anak serta istrinya harus berubah menjadi tumpukan abu karena dilahap sijago merah seketika.
Kesedihan pula menyelimuti Wahyu warga Pekon Talang Rejo yang juga harus merelakan mobil kesayangannya jenis Timor dengan nopol BE 1602 B menjadi makanan api, karena saat kejadian. Dirinya tengah berada di lokasi sedang menambah angin ban mobilnya yang dirasa tidak stabil. Sekarang, mobil yang selalu menemaninya beraktifitas hanya tinggal kenangan lantaran api tak menyisakan sedikitpun bagian mobil bertype sedan itu.
Dengan diselimuti kesedihanya, Wahyu menuturkan kronologis peristiwa naas tersebut. Kejadian itu berawal saat bang Joni sapaan akrab pemilik tambal ban, tengah melayani pelanggannya yang hendak menambal motor. Alat pemanas tambal ban pun dinyalakan, setelah itu, dirinya menuangkan bensin/pertalite dari jeriken berukuran 50 liter ke jerigen 5 liter dengan menggunakan selang.
“Saat proses pemindahan bensin, tiba-tiba penuh dan meluber keluar, bensin kemudian menyambar tungku pemanas (alat tambal ban), seketika api berkobar besar menyambar warung, saya khawatir warung meledak karena banyak BBM saya putuskan untuk meninggalkan mobil, sementara pemilik motor berhasil memindahkan motornya,” terang Wahyu, yang dijumpai di lokasi kejadian.
Akibat kejadian itu, Joni pemilik warung menderita kerugian ditaksir puluhan juta. Karena, didalam warung tersebut terdapat uang tunai Rp10 juta. Yang mana uang itu adalah uang iuran warga untuk memperbaiki saluran air bersih, BPKB Supra Fit, dokumen kependudukan berupa KK, kartu BPJS, tv 21 inc, isi warung rokok, bensin 120 liter, kulkas, baju, tape dek, dan kompresor.
” Saat itu angin juga bertiup kencang jadi langsung menyambar warung, didalam warung ada uang Rp10 juta, itu uang warga, warga pasti marah sama saya.” ujar Joni dengan suara berat dan sayu.
Ia juga menuturkan, bahwa mobil masih ada kemungkinan tidak terbakar jika pengendara cepat-cepat mundur atau maju menjauh.
” Masih ada waktu beberapa menit lagi, kalau dia mundur mungkin tidak terbakar mobil itu, tapi karena takut dan panik jadinya mobil ditinggal begitu saja,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut meskipun sempat terjadi kericuhan antara warga dengan petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang tiba dilokasi, setelah api usai dipadamkan oleh warga dengan peralatan yang seadanya. Petugas damkar dinilai lamban dalam hal merespont emergency call warga yang membutuhkan pertolongan dari petugas yang juga memiliki julukan sipenjinak api itu.
Kapolsek Kotaagung yang dikonfirmasi di TKP, membenarkan, jika musibah kebakaran tersebut diakibatkan oleh bensin yang menyambar tungku alat tambal ban.
” Ya, karena itu, akibat pemilik warung kurang berhati-hati, saya imbau bagi penjual bensin untuk lebih hati-hati lagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Asep. (Agus/JJ)









