Harianpilar.com, Lampung Selatan – Akibat cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir, yang melanda hampir di seluruh wilayah pesisir Indonesia, menyebabkan nelayan khsusnya di Lampung Selatan (Lamsel) enggan melaut. Otomatis, pendapatan ikan hasil tangkapan menurun.
Bahkan, di wilayah BOM Kalianda misalnya, hampir sebagian besar nelayan yang ada enggan melaut, alasannya cuaca buruk dan juga keselamatan jiwa mereka. “Dengan keadaan laut yang begini kita bisa apa, paling berdoa supaya cuaca bisa normal lagi, dari pada kita nengah tapi nyawa kita gak selamat, mending nunggu baik aja cuacanya,” kata Januardi (28), nelayan asal Sukamandi, Kelurahan Bumi Agung Kalianda Lamsel, saat ditemui di Dermaga Bom, Selasa (24/1/2017).
Hal yang sama disampaikan Handoyo (26), nelayan asal Desa Maja pun mengeluhkan cuaca buruk yang tak kunjung usai. “Gak tau deh ini kapan selesai nya cuaca begini nih, biasanya sih kalo bulan Januari gini kita udah bisa melaut lagi, tapi ini boro-boro, parah banget, sengsara dibuatnya,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lamsel Dwi Jatmiko mengimbau kepada seluruh nelayan yang ada di wilayah pesisir kabupaten tersebut, untuk tetap sabar dan menunggu hingga cuaca kembali normal.
“Ini kan faktor alam, kita tidak bisa merubahnya, untuk sementara waktu bersabarlah dulu, tunggu sampai cuaca membaik, Insyaallah begitu cuaca membaik hasil laut yang di dapat pun melimpah ruah, sehingga nelayan bisa makmur dan sejahtera,” pungkasnya. (Saipu/JJ)









