Harianpilar.com, Tanggamus – Komandan Kodim (Dandim) 0424 Tanggamus Letkol (Inf) Hista Soleh Harahap pihaknya akan menerjunkan 200 personil dalam rangka Operasi Lilin dan Tahun Baru di Aula Mapolres Tanggamus, Rabu (21/12/2016).
Ratusan personel TNI itu akan bergabung dengan polisi. Tugasnya selain memaksimalkan dan membuat pos sendiri di koramil, aparat TNI lebih fokus pada ancaman keamanan yang sifatnya tidak terdeteksi.
“TNI akan bersama-sama Polri, dalam hal ini Polres Tanggamus mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. Lalu antisipasi kegiatan perayaan tahun baru, suasana pilkada Pringsewu dan isu-isu lainnya yang berkembang di masyarakat,” kata dandim.
Lalu Bupati Tanggamus Hi. Bambang Kurniawan melalui Asisten I Paksi Marga mengungkapkan, khusus Tanggamus perayaan Natal dan Tahun Baru aman dan lancar. Dalam rangka perayaan menjelang pergantian tahun, Pemkab Tanggamus tidak menggelar pesta rakyat. Karena dari pengamatan pemkab, pesta rakyat hanya memicu kemacetan.
“Pemkab Tanggamus akan menggelar pengajian akbar, agar pergantian tahun lebih bermakna. Pengajian dilaksanakan hari Rabu (28/12/2016) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ir. Soekarno Kecamatan Kotaagung, pukul 12.30 WIB selepas Solat Dzuhur. Pengajian menghadirkan Ustadz Rizal dari Jakarta yang akan memberikan ceramah agama,” kata Paksi Marga.
Beberapa titik wilayah di Tanggamus yang perlu ditingkatkan pengamanan arus lalulintas selama perayaan Natal dan Tahun Baru, adalah Jalan Lintas Barat (Jalinbar) di Pasar Gisting, Pasar Talangpadang, dan Pasar Wonosobo. Paksi juga mengimbau para pengunjung lokasi wisata pantai, agar tidak mandi atau berenang.
Jauhari yang mewakili Pemkab Pringsewu mengatakan, antisipasi d iluar gereja menjadi perhatian dari pemda dan Kapolsek Pringsewu. Lalu pos-pos yang didirikan akan diperbantukan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sampai saat ini, Pemkab Pringsewu belum merencanakan pesta rakyat. Tetapi tetap antisipasi konsentrasi massa di Rest Area dan Pendopo Pringsewu.
Perwakilan tokoh Gereja Pringsewu menyebutkan, perayaan Natal 2016 serentak tanggal 25 Desember, pada pagi, siang, dan malam. Mereka yakin, perayaan Natal bisa berlangsung tertib dan lancar. Kerukunan antarumat beragama aman dan damai.
Pada kesempatan itu, perwakilan MUI Tanggamus dan Pringsewu juga mensosialisasikan fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2016 tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non Islam. Pemerintah diharapkan mengingatkan kepada masyarakat, untuk tidak memaksakan menggunakan atribut-atribut yang tidak sesuai agama dan kepercayaan. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya konflik.
Rapat koordinasi tersebut, juga dihadiri perwakilan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Senkom Mitra Polri, Pengurus Gereja Tanggamus dan Pringsewu, MUI Tanggamus dan Pringsewu, ORARI, dan Dinas Pasar Tanggamus.
Polres Tanggamus bersama dengan Komando Distrik Militer (KODIM) 0424, Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Tanggamus dan Pringsewu beserta Dinas dan Instansi terkait, berikut Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Tokoh Gereja Pringsewu, mengadakan rapat koordinasi sehubungan akan dilaksanakan Operasi Lilin dan Tahun Baru di Aula Mapolres Tanggamus, Rabu (21/12/2016).
Rapat koordinasi kesiapan operasi lilin dan tahun baru yang melibatkan dua Kabupaten tersebut sehubungan dengan kedua Kabupaten itu masih merupakan satu wilayah kerja Polres Tanggamus.
Dalam rakor yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB itu, Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora mengatakan, selama Ops Lilin ini akan mendirikan tiga pos keamanan ditambah satu pos kesehatan. Lalu pos lainnya, didirikan oleh instansi terkait. Pos tambahan dari instansi terkait, didirikan di wilayah Kotaagung, Gisting, dan Pringsewu.
“Ops Lilin merupakan operasi kemanusiaan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Rakor persiapan hari ini dilaksanakan sebelum gelar pasukan, bertujuan untuk memberikan masukan/saran dalam menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru dalam pelaksanaan pengamanan,” ujar Ahmad Mamora.
Ops Lilin Krakatau ini, lanjut kapolres, juga merupakan operasi terpusat. Sehingga harus melibatkan semua pihak, demi menjaga keamanan dan ketertiban dalam perayaan Natal dan Tahun Baru.
Menanggapi permintaan dari perwakilan Pemkab Pringsewu yang disampaikan Asisten I Jauhari agar polres lebih memfokuskan pengamanan terkait akan diadakan pilkada, Ahmad Mamora menyatakan akan menurunkan121 personel. Kemudian seluruh jajarannya akan dilibatkan semua ke lapangan. Itu dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan dan keamanan Tanggamus dan Pringsewu. (Agus/Mar)









