Harianpilar.com, Bandarlampung – Dalam rangka memperingati hari HIV-AIDS sedunia, Dimas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mengajak seluruh masyarakat Provinsi Lampung untuk lebih memahami apa itu HIV-AIDS sejak dini.
Pada saat ini di Provinsi Lampung, kumulatif kasus HIV tercatat sebanyak 1.578 sedangkan untuk AIDS sebanyak 629 kasus sedangkan untuk Nasional tercatat sebanyak 198.219 kasus HIV dan 78.292 kasus AIDS.
Dengan pelaksanaan peringatan Hari Aids Sedunia, yang bertema “Mari Berubah, Masa Depan Gemilang Tanpa Penularan HIV” menjadi momentum gerakan masyarakat hidup sehat peduli HIV agar dapat mencegah penularan, mengobati yang sudah terinfeksi, serta tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan Hiv Aids).
Hari Aids Sedunia, diperingati setiap tahunnya pada tanggal 1 Desember, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap penyebaran AIDS di seluruh dunia dengan menempatkan HIV dan AIDS sebagai isu utama dalam setiap sektor sehingga dapat memperkuat komitmen dan kepemilikan semua pihak dalam program pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS serta menyebarluaskan informasi mengenai penyakit ini ke seluruh lapisan masyarakat.
“Sebagai informasi, dari data nasional, jumlah kasus AIDS yang dilaporkan mulai dari yang tertinggi adalah pada ibu rumah tangga, tenaga non profesional, wiraswasta, petani/peternak/nelayan, buruh kasar, penjaja seks, PNS, dan anak sekolah/mahasiswa. Kemudian untuk faktor penularan HIV terbanyak adalah melalui hubungan seks berisiko pada heteroseksual (66%), penggunaan jarum suntik tidak steril pada pengguna napza alat suntik (11%), lelaki seks dengan lelaki (3%), serta penularan dari ibu ke anak (3%),” terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung DR. dr. Reihana, M.Kes, Rabu (7/12/2016).
Ia menjelaskan jumlah pengidap HIV-AIDS diseluruh dunia sudah mencapai total yang diambang batas perkiraan. Maka dari itu, Dinkes Lammeng menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak ragu dalam memeriksakan diri sejak dini.
“Jumlah kasus HIV-AIDS ini sangat banyak jumlahnya akan tetapi bagaikan fenomena gunung es, dimana data yang tercatat ini adalah puncak gunung es yang terlihat di atas permukaan air, sedangkan badan gunung es tersebut, bagian terbesar, berada di bawah permukaan air dan tidak terdeteksi. HIV-AIDS ini semakin nyata menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk Provinsi Lampung kita tercinta. Oleh karena itu, ayo masyarakat Lampung jangan khawatir, takut ataupun ragu untuk tes HIV karena semua orang berpeluang terinfeksi HIV,” himbaunya. (Ramona/JJ)









