oleh

AWPI Kecam Herman HN

Harianpilar.com, Bandarlampung – Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Provinsi Lampung mengecam keras Walikota Bandarlampung Herman HN yang mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya.

Herman HN dinilai sebagai pemimpin yang berwatak arogan dan tidak demokratis. “Tidak sepantasnya Herman HN mengeluarkan kata-kata seperti itu terhadap wartawan. Wartawan hanya menanyakan aturan tentang penarikan retribusi, kok malah dijawab dengan kata tolol. Ini menunjukkan watak Herman HN arogan,” tegas Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPD AWPI Provinsi Lampung, Mico Periyandho, Minggu (27/11/2016).

Menurut Mico, ini bukan pertama kali Herman HN bersikap arogan terhadap wartawan, sebelumnya Herman HN juga pernah melarang sejumlah jurnalis meliput di Pemkot Bandarlampung karena memberitakan masalah yang menyeret namanya.

“Ini sudah berulang, ini harus dilawan jika dibiarkan akan terus terulang. AWPI akan mengawal masalah ini dan mendesak Herman HN meminta maaf secara terbuka kepada jurnalis,” tegasnya.

Mico meminta jurnalis maupun perusahaan media untuk tidak takut melawan arogansi penguasa, ancaman pemutusan langgan koran atau iklan tidak perlu ditakuti. “Jika pun diputus langganan karena melawan arogansi penguasa, saya yakin seyakin-yakinnya tidak membuat bangkrut. Dan lebih baik bangkrut dari pada diam saat dilecehkan,” tandasnya.

Mico menyerukan kepada seluruh jurnalis dan organisasi kewartawan untuk bersama-sama mengawal masalah ini, sehingga tidak terus terulang. “Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Tidak boleh bersikap sewenang-wenang terhadap jurnalis. Kita harus lawan bentuk-bentuk arogansi seperti ini,” pungkasnya. (Ramona/Juanda)