oleh

Tembok SDN Tanjungsari Makan Korban

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Asik bermain di belakang sekolah, Janatun Hasanah (11), bocah SD Negeri 1 Tanjungsari, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, tertimpa tembok bekas WC, Selasa (22/11/2016). Akibatnya, warga Dusun Pemanukan itu mengalami luka berat di bagian wajah dan tangan.

Menurut Dadang, guru SDN 1 Tanjungsari, peristiwa naas itu terjadi saat para siswa dan guru belum hadir ke sekolah. Korban berangkat lebih awal dan bermain di belakang sekolah, tepatnya di bangunan WC.

“Saat itu banyak yang belum hadir. Berdasarkan keterangan dari kawan-kawannya korban bermain bersama dua siswa lainnya. Mungkin korban asik bermain dan menyenggol tembok bekas bangunan WC yang telah rapuh dan menimpanya,” kata dia saat ditemui di sekolah itu, Selasa (22/11/2016).

Jasminah (33), orang tua korban, mengatakan dirinya mendapatkan kabar soal anaknya itu dari warga sekitar sekolah. Anak kedua dari tiga bersaudara itu mengalami luka berat di bagian wajah tepat dibawah mata dan patah tangan sebelah kanan.

“Anak saya langsung diantar oleh kepala sekolah ke klinik. Lalu, diantar pulang ke rumah. Namun, setelah dikunjungi pak Kepala Desa Tanjungsari Sobri dan Kepala UPT Pendidikan Sutopo, anak saya dianjurkan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda,” kata dia.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Tanjungsari, Amirudin, membenarkan peristiwa yang menimpa siswanya tersebut. Mengetahui kejadian tersebut, dirinya langsung membawa korban ke Klinik di Desa Bangunan.

“Penuturan dari petugas kesehatan di klinik itu, korban hanya mengalami luka di bagian wajah akibat terkena ranting. Lantaran lukanya tidak terlalu berat, petugas kesehatan di klinik itu menyarankan di bawah pulang,” kata dia.

Terpisah, Kepala Desa Tanjungsari Sobri mengatakan sebelum kejadian tersebut pihaknya telah menyarankan ke pihak sekolah agar merobohkan semua bangunan sekolah yang telah mengalami keropos (rapuh, red) dan tidak difungsikan lagi.

“Dulu pernah terjadi di SDN 1 Tanjungsari hingga menewaskan siswanya. Dari kejadian itu saya bersama masyarakat pernah menyarankan bangunan yang sudah dipakai agar dirobohkan. Sebab, banyak bangunan yang rapuh dan membahayakan anak-anak,” kata dia. (Lis/Mar)