oleh

Nanang Pergoki Pungli di Puskes Karang Anyar

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mendapati pegawai Puskesmas Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung memungut biaya berobat sebesar Rp5 ribu.

“Pada saat saya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Puskesmas Karang Anyar ada tiga pegawai loket pendaftaran memunggut uang sebesar Rp 5 ribu. Mereka tertangkap basah, yang lebih parahnya lagi para pegawainya tidak tahu dengan saya,” tegas Nanang, Kamis (17/11/2016).

Nanang Ermanto mengatakan, sidak dimulai sekitar pukul 09.44 WIB tersebut,  setiba di Puskesmas dirinya langsung ikut mengantri bersama warga lain yang ingin berobat,  bahkan dirinya sempat ditanya oleh salah seorang pegawai loket, “bapak mau berobat juga” menirukan ucapan pegawai yang bertugas di loket. “Uang sebesar Rp 5 ribu langsung saya ambil untuk barang bukti,” katanya.

Menurut Nanang, sidak dilakukan terkait rapat paripurna tentang anggaran tahun 2017 yang dikritisi fraksi-fraksi DPRD yang mana setiap Puskesmas Rawat Inap bahwa dokternya sering tidak ditempat. “Nah masukan-masukan ini, secara diam-diam saya tindak lanjuti,” lanjutnya.

Dia menambahkan, permasalahan masih adanya Puskesmas yang memunggut biaya terhadap pasien sangat disayangkan. Padahal Puskesmas dilarang memungut uang pendaftaran dari pasien. “Biaya berobat  telah kita bebaskan. Mengenai kejadian di Puskes Karang Anyar akan kita proses sesuai ketentuan yang ada. Ini sebagai pembelajaran buat puskesmas yang lain. Jangan sampai ada pungutan lagi,” tegasnya.

Sementara itu menurut Kepala Unit Pelaksana teknis (KaUPT) Puskesmas Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung Sudibyo,  pada saat Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menggelar Sidak dirinya tidak berada ditempat. “Pada saat pak Wakil Bupati Sidak saya tidak berada ditempat,  warga yang berobat pada saat ada pak wakil bupati itu sudah lama tidak berobat. Jadi dia tidak tahu kalau semuanya sudah digratiskan,” katanya saat dihubungi melalui telpon seluler kemarin.

Dia menuturkan, ketika dirinya menanyakan kepada para pegawainya terkait kedatangan Wakil Bupati tersebut pihaknya mengaku mengenalnya, tetapi pada saat itu para pegawainya mengaku malu untuk menyapa. “Saya tanya kepada para staf saya katanya tahu dengan pak wakil bupati,” tuturnya. (Saiful/Mar)