oleh

Nanang Soroti Kerusakan Kran Air RSUD Bob Bazar

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyoroti dua kran air bersih di ruangan perawatan VIP RSUD dr. Bob Bazar Kalianda, tidak berfungsi dengan alasan mengalami kerusakan pada bagian toilet.

“Ini sudah berapa lama tidak digunakan. Kenapa tidak segera ditangani. Apa yang seperti ini saja harus menunggu anggaran. Toh bisa ditalangi dulu agar bisa dimanfaatkan. Kita harus rubah pola pikir dalam bekerja. Bagaimana caranya kita menciptakan lingkungan kerja yang kekeluargaan. Kalau ada masalah segera ditangai,” ujar Nanang saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD dr. Bob Bazzar SKM, Senin (31/10/2016).

Sidak yang dilakukan menurut Nanang, atas keluhan warga terkait pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Umum (RSUD) dr. Bob Bazzar SKM Kalianda. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan air bersih.

Nanang Ermanto tiba di RSU dr. Bob Bazzar SKM sekitar pukul 13.20 WIB. Kedatangannya  sempat membuat kaget sejumlah pegawai RSUD dr. Bob Bazar, SKM bukan tanpa alasan. Hal itu lantaran, dirinya mengetahui hasil keluhan dari masyarakat  mengenai instalasi air (Kran, red) di ruang perawatan VIP tidak menyala.

“Sidak ini, karena katanya tidak ada air karena tidak menyala di ruang rawat VIP. Makanya, saya langsung melihat ruangan mana yang tidak bisa dibuka,” kata Nanang saat di RSU.

Pantauan media ini, Satu demi satu kran air di toilet ruang VIP itu di cek langsung Nanang Ermanto. Alhasil, dari sidak tersebut yang katanya dari pemberitaan media, saluruan air di ruang rawat kelas VIP RSUD dr. Bob Bazar, SKM tidak menyala, saat disidak kondisinya sudah berjalan normal.

“Alhamdulillah, airnya sudah menyala. Saya harap, keluhan-keluhan mengenai pelayanan kesehatan dirumah sakit ini tidak ada lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD dr. Bob Bazar, SKM dr. Jimmy B. Hutapea mengakui, debit air di rumah sakit tersebut minim.

“Tapi, di tahun 2017 mendatang kita sudah MoU dengan PDAM untuk menambah jalur khusus dan penambahan sumur bor. Karena memang debit airnya minim,” kata Jimmy.

Dijelaskannya, mekanisme pembagian air memang diterapkan di rumah sakit tersebut. Lantaran, uajrnya, jika semua saluran air dibuka akan mengalami devisit air.

“Sekarang ini memang beberapa sumur yang sebelumnya tidak difungsikan kita sudah fungsikan kembali. Namun, tetap saja tidak mencukupi. Karena, memang sangat minim debit air di rumah sakit ini,” akunya.

Dilai sisi, mengenai Dua ruang VIP yang tidak bisa digunakan, Kabid Keperawatan Suherman, mengatakan, kondisi Dua ruang VI{ tersebut sudah mengalami kerusakan sejak Satu bulan lalu.

“Rusaknya ruangan itu sudah sejak satu bulan lalu karena WC nya mampet. Pernah kami ambil tindakan untuk memperbaiki. Tetapi, hanya bisa digunakan sebentar lalu kembali rusak. Hal ini akan kita laporkan serta dalam waktu dekat, akan segera kita perbaiki,” pungkasnya. (Saiful/Mar)