Harianpilar.com, Lampung Timur – Polsek Purbolinggo, Lampung Timur melakukan rekonstruksi pembuangan bayi yang dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri). Mereka adalah Mesrani (21) dan isterinya, Ana Sulistiawati (20), saat memperagakan 22 adegan membuang bayinya, saat melakukan reka ulang yang digelar Polsek Purbolinggo Lampung Timur, Selasa (4/10/2016).
Rekontruksi mendapat perhatian puluhan warga setempat yang menyaksikan langsung di jalan lintas timur (Jalintim). Kanitreskrim Bripka Rahmad Hermawan mengatakan, 22 adegan ini dimulai sepasang suami isteri asal Bandarmataram, Kabupaten Lampung Tengah, sejak dari rumah menuju ke lokasi pembuangan bayinya. “Yang mempunyai ide membuang bayi adalah Ana Sulistiawati,” kata Rahmad Hermawan.
Dia menjelaskan, pada saat itu, Senin (26/9/2016) pasangan suami istri Mesriani dan Ana Sulistiawati keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor dengan gelagat istrinya akan melahirkan.
Nah pada pukul 12.00 WIB, kata Rahmad Hermawan, Ana Sulistiawati melahirkan anak laki-laki di salah satu bidan di Kecamatan Seputihbanyak, Lampung Tengah.
Kemudian, pukul 17.30 WIB petang, bidan memperbolehkan pasangan ini pulang membawa bayinya. Kemudian, Mesrani dan Ana Sulistiawati membawa bayinya menuju ke Kota Metro dengan niat mencari kosan untuk tempat tinggal sementara.
“Saat di tempat kejadian perkara, Ana Sulistiawati memiliki ide menelantarkan anaknya. Ide itu pun disetujui oleh suaminya. Berhenti dari motor langsung menaroh bayinya begitu saja di pinggir jalan lintas timur pada jam 8 malam,” ujar Rahmad Hermawan.
Ke esokan harinya, pada Selasa (27/9/2016) pagi, buruh cabut singkong menemukan bayi itu tepat di pinggir jalan lintas timur. “Dari situ dibawa ke bidan bahwa anak itu dilahirkan melalui bantuan medis, berarti kalau enggak dokter atau bidan. Setelah kami selidiki dan kembangkan rupanya Ana Sulistiawati bersalin di Seputihbanyak dengan ciri-ciri sama seperti barang bukti yang kami amankan. Yaitu, gurita, baju, dan carit (celana bayi) di TKP,” bebernya.
Dari pengakuan kedua tersangka, mereka malu untuk mengurus bayinya. Sebab, pasangan ini baru menikah tanggal 11 September 2016. Sedangkan Ana Sulistiawati melahirkan pada 26 September 2016.
“Jadi, sebelum nikah memang sudah hamil dengan suaminya. Orangtunya pernah menyidang keduanya. Ana Sulistiawati mengaku dirinya tidak hamil. Jadi, karena takut dan malu sama keluarga, sehingga punya pikiran seperti itu,” ungkapnya. (Lis/Mar)









