oleh

Pemprov Terus Dorong Penguatan Harga Singkong

Harianpilar.com, Bandarlampung – Terkait merosotnya harga jual singkong khususnya di Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan skenario agar harga singkong agar bertahan di angka Rp1000/kg, dengan terus meminta pemerintah pusat untuk menghentikan impor singkong dari Vietnam.

“Lampung adalah provinsi di Indonesia nomor satu penghasil singkong. Di tengah kesulitan hari ini akibat dari rendahnya harga singkong, Pemerintah Provinsi Lampung telah meminta Pemerintah Pusat untuk menghentikan impor dari Vietnam, agar petani kita tidak rugi,” kata Sekdaprov Sutono, saat mewakili gubernur Lampung, dalam acara panen perdana jagung PT Inhutani V, di Kawasan Hutan Register 46 Kabupaten Waykanan, Sabtu (14/9/2016).

Dikatakan Sutono, gubernur akan terus menyusun kebijakan agar harga singkong bisa bertahan minimal Rp1000/Kg, mengingat Lampung merupakan penyumbang kabutuhan pangan nasional.

Kabag Humas Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung Heriyansyah menjelaskan, panen perdana jagung milik PT. Inhutani V tersebut sekaligus Groundbreaking Penanaman 10.000 Hektar kawasan.

Dalam laporannya,  Direktur Utama PT Inhutani V Ir.Endro Siswoko, MM menjelaskan, kegiatan ini murni dukungan ikut serta mendukung program pemerintah Jokowi yaitu kedaulatan pangan yakni, Swasembada Gula (Penguatan Industri Gula Berbasis Tebu), Swasembada Jagung dan Swasembada Daging (Daging Sapi).

“Saat ini Inhutani baru menggarap Industri Gula dan Tanam Jagung. Ke depan dari limbah jagung bisa dimanfaatkan untuk bahan pangan ternak sapi. Inhutani adalah perusahaan yang diberikan kuasa oleh pemerintah untuk memanfaatkan lahan hutan untuk lahan produksi tanaman pangan. Kawasan Hutan yang dulu untuk menghasilkan kayu, saat ini kita optimalkan untuk menanam tumbuhan yang menunjang kedaulatan pangan. Inhutani menyiapkan lahan, masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani diperbolehkan menanam singkong, jagung, dan sebagainya termasuk menanam kayu,” ujarnya.  (Ramona/JJ)