Harianpilar.com, Tanggamus – Masyarakat Kabupaten Tanggamus sepekan terakhir digegerkan dengan beredarnya video syur, seorang perempuan bersama kekasih gelapnya. Oknum perempuan ini diduga seorang aparatur sipil negara (ASN), berinisial SM yang bertugas di Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Ekonomi Kreatif (Disbudparpoekraf) Kabupaten Tanggamus.
Dalam video yang berdurasi sekitar 2,57 menit tersebut tampak oknum perempuan yang hanya mengenakan pakaian dalam saja, dengan terburu-buru hendak mengenakan celana panjang dan baju berlengan panjang. Kemudian tak berselang lama tampak terlihat seseorang laki-laki, bertubuh sedikit tambun tanpa sehelai benangpun menghampiri oknum perempuan tersebut. Kjadian tersebut diambil disalah satu ruangan kamar yang hingga kini belum diketahui.
Saat dikonfirmasi kepada Kepala Disparporaekraf, Supardi Syarkawi mengaku baru mengetahui video tersebut. Untuk memastikan apakah pelaku merupakan salah satu pegawai di Disbudparporekraf, dalam waktu dekat ini ia akan memanggil yang bersangkutan. “Saya baru tahu vidio tersebut. Untuk memastikan kebenarannya dalam waktu dekat ini kita akan panggil SM,” ujar Supardi, Kamis (15/9/2016).
Ketika dikonfirmasi ulang terkait apakah dirinya sudah menyurati dan bertemu langsung dengan oknum tersebut, Supardi Syarkawi ketika ditemui kembali, hendak absensi diruang tunggu Pemkab Tanggamus , Senin (19/9/2016), ia mengatakan sudah menyurati oknum tersebut, tapi yang bersangkutan hingga kini belum juga memenuhi panggilan tersebut. “Sudah kita surati, akan tetapi hingga saat ini belum ketemu. Kita tunggu saja dalam beberapa hari ini. Saya juga sudah memberitahukan hal ini kepada Inspektorat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Tanggamus, Firman Ranie membenarkan jika dirinya sudah mendapat informasi langsung dari Kepala Satker yang bersangkutan. Untuk laporan secara tertulis, yang disampaikan Disparporarekraf kepada Inspektorat belum ada.
Lebih lanjut dia mengatakan hendaknya permasalahan tersebut lebih dahulu ditangani Disparporarekraf untuk dilakukan pembinaan. Akan tetapi, lanjut dia jika dalam pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil, pihaknya siap menanganinya. “Selesaikan dahulu di satker tempat SM bekerja. Jika nantinya deadlock, kami yang akan mengambil alih permasalahan tersebut. “Sementara ini kami belum bisa menentukan sanksi apa yang akan dijatuhkan,” kata Firman Ranie, Selasa (20/9).
Terpisah, Kabid Destinasi dan Pemasaran Disbudparporekraf Tanggamus, Marhasan Samba mengatakan, sejak isu tersebut muncul sepekan terakhir, oknum SM memang jarang masuk kantor dengan alasan sakit izin dan hingga kini tanpa keterangan. “Rinciannya sudah dua kali sakit, dan izin tiga kali, dan hingga kini yang bersangkutan tidak masuk kantor. Jika memang benar yang dalam video tersebut diduga oknum yang bertugas di sini, tentunya sangat kita sayangkan, karena sudah mencemarkan institusi tempat dia bekerja, bahkan Pemkab Tanggamus,” tukasnya. (Ron/Mar)









