oleh

79 Hewan Qurban di Metro Terjangkit Cacing Hati

Harianpilar.com, Metro – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kota Metro menemukan 79 hewan qurban yang terjangkit cacing hati. Lima hewan qurban lain ditemukan mengidap radang paru-paru. Tim pemantau yang dibentuk Pemkot terdiri dari dokter hewan juga menemukan adanya hewan qurban yang terkena penyakit kropeng dan perat limpa.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distannak Metro Neng Roshayati mengatakan hingga kemarin tim masih ekstra bekerja guna memantau hewan qurban. Hal itu dilakukan untuk memastikan daging qurban yang akan dikonsumsi aman. “Kami masih terus bekerja, hingga selesai pemotongan hewan qurban,” ujar Neng Roshayati.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, pemotongan hewan qurban di beberpa tempat penyembelihan, tim menemukan sebanyak 79 hewan qurban, sapi dan kambing, yang terjangkit penyakit cacing hati. “Kami sudah mengatisipasinya bersama panitia agar tak sampai dikosumsi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan penyakit lain pada hewan qurban seperti radang paru juga bisa membahayakan masyarakat yang mengkonsumsi daging tersebut. Lebih lanjut Neng Roshayati menambahkan pemotongan hewan qurban tahun ini cukup banyak. Sebanyak 1.135 sapi dan 119 ekor kambing yang dipotong. “Tahun lalu juga tim menemukan hewan qurban yang terjangkit cacing hati,” ucapnya.

Atas temuan tersebut, pihaknya segera mengambil langkah evaluasi, sosialisasi, dan pengobatan agar ke depan temuan tersebut tidak terulang kembali.
“Tujuan pemeriksaan ini sebenarnya adalah untuk mengetahui apakah masyarakat memilih hewan qurban yang sehat, benar dalam cara penyembelihan, dan berapa jumlah hewan yang terjangkit penyakit,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, dari estitika memang hati yang mengandung cacing kurang syarat untuk dikonsumsi karena syarat daging yang dikonsumsi harus daging yang aman, sehat, utuh dan halal (Asuh).

Ia mengatakan, tingkat temuan cacing hati saat pemotongan hewan qurban setiap tahun selalu ada. Hal itu disebabkan, karena makanan atau pakan yang dikonsumsi.

Kemungkinan, katanya, masih ada sisa telur cacing dan pakan dalam keadaan basah. “Karena itu, pakan yang baik untuk ternak adalah pakan yang sudah dilakukan,” katanya.

lebih lanjut dia mengatakan, sebelum dipotong hendaknya sapi tersebut telah lulus pemeriksaan fisik. Dimana, sapi itu sehat, tidak sakit mata, flu, cacat dan lainnya. (Herman/Mar)