Harianpilar.com, Metro – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Metro memperketat pengawasan terhadap para narapidana. Hal itu dilakukan dengan cara mengintensifkan razia tahanan demi mengihindari masuknya barang-barang terlarang kedalam Lapas.
Kepala Kelas II A Kota Metro Teguh Wibowo di ruang kerjanya, Selasa (30/8/2016) mengatakan, pihaknya rutin melakukan razia untuk menghindari adanya barang-barang ilegal, seperti narkoba, benda elektronik dan barang yang dilarang lainnya.
“Pemeriksaan rutin kita lakukan. Hal tersebut guna menekan masuknya peredaran narkoba ke dalam Lapas Kelas II A Kota Metro,” kata Teguh.
Teguh menjelaskan, Napi dilarang membawa barang haram, dan barang-barang yang dilarang lainnya seperti hand phon (HP). “Apabila warga binaan kedapatan membawa HP, kami akan memberi sanksi tegas kepada pelaku. Dengan adanya pengawasan yang ketat ini, kami menginginkan tidak adanya barang terlarang yang masuk ke dalam Lapas, karene hal itu dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas,” jelasnya.
Teguh mengungkapkan, narkoba merupakan barang terlarang yang paling rentan dimasukan ke dalam Lapas. Pengawasan yang dilakukannya untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan di dalam Lapas. Terlebih saat ini jumlah pegawai di lapas Kota Metro masih terbatas.
Sementara salah satu warga binaan Zulkipli mengatakan didinya selalu mematuhi peraturan yang diterapkan di dalam Lapas.
Zulkipli yang juga warga Tiuh Baru, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Waykanan itu tersandung kasus penganiayaan berat terhadap Janwari yang juga masih kerabatnya pada Oktober 2015 yang lalu.
Kemudian, majilis Hakim Pengadilan Negeri Blambangan Umpu, Waykanan yang diketuai oleh Abd. Hadi Nasution, Anggi Maha Cakri, Mahartha Noerdiansyah pada sidang yang digelar Jumat (26/2/2016) memvonisnya 30 bulan penjara.
Dia diiksukan telah keluar Lapas Kelas II a Kota Metro, dan akan mendaftar sebagai salah satu calon kepala desa (Tiuh) Baru, Kecamatan Negeri Besar. “Saya tidak akan mendaftar sebagai salah satu calon kepala Tiuh Baru. Bagaimana mau mencalonkan diri kalau dirinya saja masih aktif sebagai warga binaan Lapas Kota Metro,” katanya. (Herman/Mar)









