oleh

Terlambat Datang ke Lokasi Kebakaran, Sopir Damkar Nyaris Dimassa

Harianpilar.com, Waykanan – Sopir Pemadan Kebakaran (Damkar) Waykanan nyaris menjadi amuk massa, lantaran terlambat datang ke lokasi kebakaran yang menimpa rumah Reja (35) warga Kampung Tiuh Balak, Kecamatan Baradatu, Waykanan, Sabtu (20/8/2016), sekitar pukul 05.45 WIB.

Menurut warga mobil pemadam kebakaran sudah sampai di tempat kebakaran, tetapi kendaraan tersebut dan petugas malah berputar arah kembali tanpa melakukan apa pun melihat api sudah padam.

“Sudah datang terlambat, mobil hanya berputar-putar melihat api sudah padam, bahkan mereka malah berbalik arah mau pulang, melihat kejadian tersebut warga kesal, hampir saja sopir tersebut dimassa,” kata warga yang tidak mau disebut namanya.

Atas kejadian tersebut, Bupati Waykanan Raden Adipati Surya mengambil langah sigap akan merealisasikan kendaraan kebakaran untuk Kecamatan Baradatu.

‘Saya mohon maaf atas kejadian tersebut, kita segera pikirkan mobil Damkar untuk Kecamtan Baradatu,” jelas Bupati saat mendegar berita atas kebakaran yang menimpa kediaman Reja, salah satu Warga Kampung Tiuh Balak Batadatu, Minggu (20/8/2016).

Diketahui Kediaman Reja, warga RK 2 jalan Pesirah Alam Kampung Tiuh Balak, haibis dilalap sijago merah, bahkan tidak satupun harta bendanya terselamatkan.

Musibah yang dialami pengusaha butik dan minyak binsin tersebut, menghabiskan semua isi rumahnya, bahkan kendaraan roda empat dan dua serta surat penting lainya, dan beberapa pakaian butik ikut terbakar. Beruntung musibah tersebut tidak ada korban jiwa, hanya satu orang yang mengalami luka bakar, lainya berhasil menyalamatkan diri.

Menurut keterangan Sarpudin, salah satu tetangga korban, asal api tidak diketahui dari mana, namun yang jelas dirinya saat akan banguan melaksankan shalat subuh mendegar seperti suara mercon yang meletus suaranya kuat sekali, dan setelah lama mengamati terdengar dari luar rumah ada kebakaran dan selanjutnya sekeluarga berhamburan keluar.

“Saya agak heran pak kok ada suara mercon secara bunyinya beruntun dan kuat sekali. Saya hendak menanyakan kepada istri apa ada rumah terbakar. Eh.., begitu keluar rumah dirinya melihat percikan api sangat dekat, dan ternyata kejadian menimpa rumah Reja, yang berdempetan dengan dapur saya,” jelasnya.

Dari keterangan di lapangan asal api, yang menyebabkan kebakaran belum diketahui, hanya saja selain luka bakar yang dialami Eko (20) yang sekarang masih dirawat di Rumah Sakit Kamino. Korban mengalami kerugian diantaranya kendaran roda empat R.300 yang selama ini dipakai untuk mengatar minyak bensin ke kios- kios pengecer bensin juga ikut terbakar. Satu buah motor honda beat yang masih baru, pakaian butik dan surat- surat penting lainya. Ditafsirkan kerungian yang dialami berkisar Rp400 juta.

Sementara korban Reza dan keluaga tampak sok, dan menyesali atas musibah yang dialaminya.

Camat Baradatu Iwan Setiawan membenarkan adanya kebakaran di Kampung Tiuh Balak Baradatu, beliau juga sempat menyaksikan banyaknya warga yang bersusah-payah memadamkan si jago merah yang mengamuk. “Melihat kejadian itu saya sangat bangga kepada warga yang langsung melakukan tindakan untuk memadamkan api dengan cara bergotong royong,” kata dia.

Sedangkan keterangan dari pihak kepolisian, Kapolsek Baradatu yang diwakili Bripka Ahmat Sawal, selaku Babinkamtibmas Kampung Tiuh Balak, mengatakan kebakaran yang terjadi lebih dari satu jam itu menghanguskan satu rumah beserta perabotan di dalamnya serta menghanguskan dua unit kendaraan terdiri dari satu mobil pikap Colt Diesel L-300 dan satu sepeda motor Yamaha Mio.

“Saat ini kerugian belum bisa ditotalkan keseluruhannya dan ditaksir kurang lebih ratusan juta rupiah karena melihat kondisi rumah dan mobil serta motor juga ikut terbakar,” ungkapnya. (Ansori/Mar)