Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas PU Tanggamus diduga menjadi lumbung proyek ‘Bermasalah’. Pasalnya indikasi adanya ‘Penyimpangan’ pada sejumlah proyek di dinas tersebut, ternyata tidak hanya terjadi pada proyek Perbaikan Pagar Jalur Dua Juanda, proyek Peningkatan Lapen dan Peningkatan sampai Hotmix (Laston) Jalan Payung- Kalimiring saja, namun kondisi yang sama juga terjadi pada beberapa proyek.
Terbaru, diketahui tiga proyek irigasi yang juga terindikasi menyimpang yakni, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Way Talang Sepuh, Kecamatan Talang Padang, senilai Rp532 juta. Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Waymincang, Negeri Agung, senilai Rp499 juta dan proyek Perbaikan Lapen dan Peningkatan s.d. Hotmix (Lataston) Waspada – Talang Ogan (Sidomulya) Kec. Air Naningan dengan pagu Rp3.981.485.200. Ke tiga proyek ini dibiaya melalui APBD Tanggamus 2015
Berdasarkan hasil investigasi lapangan, diketahui kondisi kedua proyek tahun 2015 itu dalam keadaan rusak parah. Bahkan, sebagian pondasi irigasi sudah banyak jebol, padahal proyek tersebut baru selesai dalam hitungan bulan.
Diberitakan sebelumnya, perealisasian sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanggamus tahun 2015 disinyalir sarat penyimpangan.’Borok’ PU Tanggamus itu terlihat dari kondisi proyek yang sudah mengalami banyak kerusakan hingga adanya proyek yang diduga kuat tidak selesai dikerjakan.
Sejumlah proyek Dinas PU Tanggamus yang diduga ‘Bermasalah’ tersebut di antaranya,
Proyek Perbaikan Pagar Jalur Dua Juanda, Kecamatan Kotaagung, meski menghabiskan angaran hingga Rp1,2 miliar, proyek tersebut disinyalir tidak selesai dikerjakan.
Kondisi yang sama juga terjadi pada Proyek Peningkatan Lapen dan Peningkatan sampai Hotmix (Laston) Jalan Payung- Kalimiring, Kecamatan Kotaagung Barat, menelan anggaran sekitar Rp1,4 miliar, namun baru berumur beberapa bulan sudah mengalami kerusakan cukup parah.
Menurut salah seorang warga Terbaya, Kecamatan Kotaagung Rusdi, jika pekerjaan proyek perbaikan pagar jalur dua Juanda ini, hingga kini belum juga selesai dikerjakan padahal proyek ini dianggarkan pada APBD 2015.
Selain itu, jelasnya, kualitas pagar stenlis ini juga meragukan, bahkan sebagian tiang pagar sudah banyak yang mau lepas.
“Sepertinya pekerjaan pagar stenlis ini sudah lama belum juga selesai dan jika dipegang aja stenlisnya udah goyang kayak mau lepas, entah mau bertahan berapa lama pagar ini,” ujar Rusdi, seraya menunjukan pagar yang berada tepat di depan rumahnya tersebut.
Sementara, pantauan wartawan di lokasi proyek Peningkatan Lapen dan Peningkatan sampai Hotmix (Laston) Jalan Payung- Kalimiring, Kecamatan Kotaagung Barat, kondisinya sangat memprihatinkan. Betapa tidak proyek yang masih seumur jagung itu, kondisinya rusak parah bahkan sudah banyak yang berlubang. Terkesan proyek laston ini dikerjalan asal-asalan, diduga pekerjaanya tidak sesuai dengan RAB.
Terkait pemberitaan ini, Kepala Dinas PU Tanggamus Riswanda dan Kabid Cipta Karya Sarwo Haddy, saat hendak dikonfirmasi terkait temuan ini tidak berada di tempat. Bahkan saat dihubungi via ponsel dalam keadaan tidak aktif. (Imron/Juanda)









