oleh

Proyek Cetak Sawah Dinas Pertanian Lampung Diduga Fiktif Sebagian

Harianpilar.com, Bandarlampung – Upaya Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mendorong kemajuan sektor pertanian memang patut diapresiasi. Namun, pelaksanaan program untuk meningkatkan sektor pertanian kadang justru terindikasi sarat permainan. Seperti program cetak sawah tahun 2015 milik Dinas Pertanian,Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung yang diduga tidak dilaksanakan sepenuhnya atau fiktif sebagian.

Proyek yang menggunakan dana APBD Provinsi Lampung tahun 2015 itu senilai Rp1,459 Miliar dikerjakan oleh CV.Indah Karya Construction berada di Desa Sungai Buaya Rawa Jitu Utara Kabupaten Mesuji. Namun, dalam pelaksanan proyek ini justru diduga kuat sarat penyimpangan. “Gapoktan tidak terlibat sama sekali dalam pengerjaan proyek yang menggunakan dana APBD Provinsi Lampung ini. Gapoktan hanya menunjukkan lokasi yang akan di cetak menjadi sawah,” ujar sumber di Desa Sungai Buaya, baru-baru ini.

Menurutnya, proyek itu memang tidak sepenuhnya dilaksanakan, seharusnya kontraktor itu mencetak 100 hektar sawah tapi pada kenyataan tidak sampai 100 hektar.”Terdapat pekerjaan yang belum dikerjakan sekitar 9 hektar, 33 penyiringan, dan 63 cetak,” ungkap sumber tersebut.

Parahnya lagi, pihak yang mengerjakan proyek cetak sawah ini melibatkan salah satu Ketua Gapoktan di Desa Sungai Buaya mensuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk alat berat yang dipakai mencetak sawah. Namun, masih terdapat BBM yang belum dibayar sekitar Rp5,5 Juta.”Awalnya Rp7,5 juta dana BBM yang belum dibayar, tapi sudah dibayar Rp2 juta jadi tinggal Rp5,5 juta lagi,” ujarnya.

Ketua Gapoktan Sungai Buaya, Riyanto, yang disebut-sebut menyuplai BBM itu membenarkan jika dana BBM-nya masih terdapat Rp5,5 juta yang belum dibayar rekanan yang mengerjakan proyek cetak sawah itu.”Iya betul mas, saya memang dimintai untuk menyuplai BBM,” ungkapnya.

Riyanto juga membenarkan jika pekerjaan cetak sawah itu tidak dikerjakan secara keseluruhan.”Ya itu memang seharusnyakan 100 hektar, tapi ada 9 sektar yang tidak dikerjakan,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian,Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Lana Rekyanti maupun Sekretaris Dinas, Jabuk berulang kali hendak di konfirmasi dikantornya selalu tidak berada di tempat. Dihubungi melalui ponsel juga selalu dalamkeadaan tidak aktif.

“Ibu tidak ada bapak sekretaris juga tidak ada,” jelas salah satu pegawai di dinas tersebut saat ingin dikonfirmasi.

Sementara, CV.Indah Karya Construction yang beralamat di Jalan. Panglima Polim No 75 C Kedaton – Bandarlampung juga belum berhasil dikonfirmasi. Saat dicari diwilayah tersebut tidak ditemukan Kantor yang memiliki plang nama CV tersebut. (Tim/Mico P)

Komentar