Harianpilar.com, Tanggamus – Akhirnya, jasad pemuda Abimanyu Utama Putra (18), satu dari tiga korban terseratnya ombak di tempat Wisata Laguna Gayau, Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, pada Minggu (17/7/2016) lalu berhasil diketemukan.
Sebelumnya dua korban lainnya berhasil diketemukan. Mereka adalah Indri Pitaloka (18) warga Teluk Betung, Bandarlampung, dan Safikri Romli (18) warga Pahoman, Bandarlampung.
Setelah sebelumnya sempat mengalami penundaan pencarian lantaran cuaca yang tidak bersahabat. Kini tubuh kaku yang sudah mulai membusuk lantaran tercium bau aroma tidak sedap itu dibawa pulang kekediaman orang tuanya di Desa Hajimena, Natar, Lampung Selatan, melalui evakuasi jalur darat.
Menurut Dirham pengelola ekowisata Pantai Kiluan, Pekon Kiluan Negeri, Kelumbayan. Jasad ketiga dari korban terjangan ombak ganas di kolam laut Laguna Gayau itu ditemukan oleh warga sekitar pesisir pantai Dusun Teluk Baru, pekon setempat pada pukul 11.00 WIB. Dengan kondisi jenazah masih mengenakan baju hitam dan celana dalam.
“Ditemukannya sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Dan saat ada warga yang menginformasikan ke kami, tim pencarian yang dari kemarin mencari keberadaan jasad dari Abimanyu ini langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah yang kemudian membawa ke kediamannya untuk langsung dilakukan proses penguburan,” terang Dirham, Rabu (20/7/2016).
Ia menambahkan, besar kemungkinan tubuh korban terjepit batu karang yang ada disekitar lokasi dan susah untuk bergerak. Karena sudah memasuki hari keempat, kondisi jasad mulai mengembung. Apalagi didalam air, tentu lebih cepat proses mengembungnya. Disaat itulah jasad korban mulai terangkat dan terseret arus deras laut lepas disekitar laguna gayau hingga terhempas di Pantai Teluk Baru.
“Ya Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, meski memang dalam pencarian ketiga korban tenggelam laguna gayau banyak mengalami kendala lantaran kita harus menghadapi cuaca yang ekstrim. Alhasil sempat ditunda pencarian, tapi sekarang semua jasad korban sudah ditemukan,” ucapnya.
Dirham pun setuju dengan instruksi yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Ekonomi Kreatif (Disparporaekraf) Tanggamus untuk menutup sementara lokasi wisata Laguna Gayau untuk sementara waktu, hingga kondisi cuaca kembali bersahabat. Karena ini semua untuk mencegah kembalinya jatuh korban jiwa.
“Kami tidak masalah kalau Laguna Gayau sementara ditutup, sampai kondisi cuaca ekstrem kembali normal. Setelah itu, mau nanti dibuka kembali atau justru ditutup untuk selamanya, kami juga siap saja. Yang pasti, kami sebagai pengelola sudah berupaya sebaik mungkin untuk memperketat keamanan dan keselamatan pengunjung. Namun insiden atau musibah, tidak bisa diramalkan dengan pasti,” tandasnya. (Ron/Mar)









