Harianpilar.com, Mesuji – Pola kemitraan yang digagas Pemerintah Kabupaten Mesuji dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai solusi penyelesaian konflik agraria di tanah Register 45 Mesuji dinilai tidak berjalan dengan baik.
Bagaimana tidak, ditengah geliatnya Pemkab Mesuji mengalakkan program kemitraan tersebut antara PT Silva Inhutani Lanpung (SIL) dan para perambah, justru banyak oknum yang bermain. Mirisnya lagi para oknum tersebut diduga merupakan pejabat di lingkup Pemkab Mesuji yang ikut berinvestasi di lahan milik negara itu.
Beberapa waktu lalu, santer tersiar kabar bahwa oknum Kadiskes Mesuji berinisial Budiman Naigolan diduga menjadi tuan takur yang mengarap lahan di Register 45. Bahkan luas lahan garapan mencapai 40 hektar.
Kali ini, pengakuan mengejutkan datang dari Kepala Bidang Perencanaan di Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji Turmudi. Dengan rasa tidak bersalah dia mengakui bila dirinya pernah menggarap lahan terlarang tersebut. “Dulu pengalaman saya pernah nyewa lahan di Dusun Talang Gunung untuk ditanami singkong. Tahun 2006 sampai 2008, tapi sekarang sudah enggak lagi,” kata dia beberapa waktu lalu dengan wartawan.
Selain mengaku pernah turut menggarap lahan di register, ia juga mengakui bila Kadiskes Mesuji Budiman Naigolan memang pernah membeli tanah di Talang Gunung, yang notabennya masuk wilayah Register 45 Sungai Buaya.
Bahkan, bukan hanya Kadiskes Mesuji, dia juga menyebutkan bila banyak pejabat lain yang turut berinvestasi dengan menggarap lahan di register.
“Setahu saya memang pernah, dulu sekitar tahun 2009 apa 2010 memang ada yang jual lahan garapan di Talang Gunung. Luas lahan yang dijual itu ada 100 hektar, dan tanah itu digotong belinya. Kalau tidak salah ada tiga apa empat orang yang sekarang sudah jadi pejabat di Mesuji ini yang ikut membeli tanah itu. Tapi memang pak Budiman yang paling banyak,” tukasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, Budiman Nainggolan berinvestasi di kawasan register 45 dengan berkebun kelapa sawit dan tanaman tumpang sari (singkong). Tidak tanggung-tanggung, luas lahan garapan milik pejabat eselon II ini berkisar 40 hektare, yang berlokasi di Talang Gunung.
Hal ini diungkap salah satu pekerja yang membersihkan lahannya pada saat akan ditanam kebun sawit Murni. “Waktu itu tahun 2011, saya yang bertugas merun (membersihkan lahan) dan menyiram bibit sawit milik Pak Budiman, yang dipercayakan kepada tangan kanannya yakni Pak Tarsan,” ujar Murni.
Sementara hingga berita ini dibuat pihak yang bersangkutan oknum Kadiskes Mesuji Budiman Naigolan saat dihubungi via sambungan telepon selulernya oleh media ini enggan mengangkat telponnya meski sudah berkali-kali wartawan media ini menghubunginya untuk mengkonfirmasi terkait perihal tersebut. (Sandri/Mar)









