Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo berharap agar Dinas Kesehatan provinsi dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat langsung mengatasi penyebaran vaksi palsu yang ditemukan di dua rumah sakit (RS) swasta.
“Kita berharap agar penyebaran vaksi palsu, bisa segera diatasi jangan sampai menyebar lehih luas lagi. Saat ini Dinkes dan BPOM agar segera menyelusuri ke lapangan agar vaksin palsu tidak menyebar ke RS swasta lain, ” jelasnya setelah halal bihalal di depan lapangan kantor gubernur, Rabu (13/6/2016).
Lebih lanjut orang nomor satu di Lampung itu mengatakan, kemungkinan Pemprov Lampung akan mengadakan vaksi ulang untuk balita.
“Nanti kita kordinasikan dengan Dinkes provinsi terkait pelaksanan vaksin ulang,” ujarnya.
Terpisah humas Dinkes provinsi Lampung dr Asih Hendrastusi mengatakan, terkait beredarnya BPOM RI ada vaksi palsu yang beredar di Lampung hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki dan meminta kepada semua RS agar memberikan sampel vaksin yang mereka miliki.
” Kita (Dinkes) akan langsung turun ke lapangan bersama BPOM, dan mengawasi semua RS dan klinik bersalin kami berharap agar penyebarannya tidak terlalu parah,” jelasnya.
Sebelumnya temuan vaksin palsu diungkapkan Direktur Pengawasan Distribusi Obat Badan POM, Arustiono, bersama lembaga lainada di sembilan provinsi yaitu di Pekanbaru (Riau), Palembang (Sumsel), Bandarlampung (Lampung), Serang (Banten), DKI Jakarta, Bandung (Jabar), Surabaya (Jatim), Pangkal Pinang (Babel), Batam.
Selain itu ada 37 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di sembilan provinsi tersebut yang mendapat vaksin dari sumber tidak resmi dengan jumlah sampel sebanyak 39 jenis. (Fitri/Juanda)









