Harianpilar.com, Bandarlampung – Acara Begawi sekaligus Bandarlampung Expo 2016 dalam rangka HUT Bandarlampung ke 334, diharapkan menjadi media marketing produk unggulan dalam membangun dan meningkatkan potensi kota Bandarlampung untuk menarik investor.
Walikota Bandarlampung Herman HN, dalam sambutanya usai membuka Bandarlampung Expo 2016, Senin (23/5/2016) malam yang digelar di Lapangan Waydadi, Sukarame, Bandarlampung mengatakan, Pemkot akan memberikan fasilitas perijinan dengan mudah dan cepat, bagi para investor yang akan menanamkan modalnya di Bandarlampung.
“Kita (Pemkot) melalui BPMP akan memberikan fasilitas perizinan mudah dan cepat untuk investor yang mau menanamkan modalnya di kota Tapis Berseri, sehingga trobosan ini mampu mengundang banyak investor asing,” ujarnya.
Usai pembukaan acara dengan ditandai pemukulan gong yang dilakukan oleh Kementrian Pariwisata RI, yang diwakili oleh Asisten Destinasi Budaya, Lokot Ahmad Endah ini, Herman HN juga menegaskan jika kegiatan ini dalam rangka menggali, melestarikan dan mengembangkan adat budaya Lampung, meningkatkan minat generasi muda, dan melalui pariwisata untuk meningkatkan pendapatan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Acara ini diramaikan dimeriahkan oleh peragaan gitar tunggal Lampung yang dibawakan oleh Cik Din Raja Singa. Serta lagu klasik Lampung dan 51 stan yang terdiri dari Dinas instansi BUMD, Pendidikan, BUMN, Perbankan, kecamatan, organisasi sosial kemasyarakatan, PKK Kota Bandarlampung, Dekranasda, dan pedagang kecil.
Selain itu, kata Herman HN, kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang senang senang melainkan sebagai wahana, sarana dalam capaian pembangunan dan hasil karya industri kreatif masyarakat kota Bandarlampung.
“Tujuan dari kegiatan ini sangat diharapkan bisa memberikan suntikan motivasi pada seluruh peserta dalam rangka meningkatkan bidang masing- masing dalam forum bisnis antara Pemkot Bandarlampung dan investor,” ungkapnya.
Terpisah, Lokot Ahmad Endah dalam kesempatan itu sangat mengapresiasi acara Begawi dan Bandar Lampung Expo 2016 dengan mengangkat makanan khas Lampung yakni Seruit.
“Sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas, karena kuliner salah satu potensi ekonomi yang sangat besar dampaknya ke masyarakat. Sehingga bisa dinikmati wisatawan nusantara maupun mancanegara,” katanya.
Karena kuliner sangat menarik perhatian para pelancong ataupun wisatawan, apabila ada wisatawan yang berkunjung ke Lampung, sudah pasti akan menanyakan makanan khas daerahnya yang memiliki cita rasa baik, bersih, sehat dan halal.
” Saat ini kami memiliki majalah halal lifestyle yang isinya kuliner khas setiap daerah daerah yang ada di Indonesia. Diharapkan, nantinya makanan khas Lampung dapat kits publis di majalah lifestyle ini,” tandasnya. (Putri/Juanda)









