oleh

Warga Harapkan Kapal Pusling Beroperasi di Pulau Sebesi

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Masyarakat Desa Pulau Sebesi Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mengharapkan kapal pusling untuk tetap standby di pulau tersebut.

Pasalnya, masyarakat merasa kesulitan ketika hendak membawa orang yang meninggal dunia  yang akan dikebumikan di Pulau Sebesi dan Sebuku, bahkan mereka membawa mayat tersebut menggunakan perahu kecil yang memakai katiran, sebab kapal penumpang tidak mau membawa mayat tersebut.

Selain itu, warga Desa Pulau Sebesi juga kesulitan ketika malam hari hendak membawa orang yang sakit untuk dilakukan rujukan ke puskesmas atau kerumah sakit umum yang ada di Kecamatan Kalianda.

Hal tersebut diungkapkan Rosmala Dewi warga Desa Pulau Sebesi Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Rabu (18/5/2016).

Rosmala mengatakan, sudah banyak warga pulau sebesi yang sakit parah dan butuh perawatan pertama yang memang harus di rawat di puskesmas atau rumah sakit terdekat, akan tetapi karena kendaraan penyeberangan khusus untuk mengantar penderita sakit tidak ada dan terpaksa harus menunggu besok pagi.

“Saya prihatin dengan pelayanan kesehatan di Pulau Sebesi. Kami tinggal di tempat terpencil, harusnya pelayanan kesehatan di tempat kami ini diutamakan, paling tidak ada kapal penyebrangan yang memang standby di Pulau Sebesi untuk sewaktu-waktu di butuhkann,” katanya.

Dia juga menambahkan, untuk di Kecamatan Rajabasa memiliki kapal Pusling (puskemas keliling) namun kapal tidak standby di Pulau Sebesi melainkan di daratan, sementara pelayananya kurang maksimal karena butuh waktu 2-3 jam sampai dipulau Sebesi.‎

“Saat ini ada kapal penyebrangan puskesmas keliling, tapi standbynya di dermaga BOM (wisata kuliner) Kalianda dan ukuranyapun sangat kecil,” tambahnya.
Selanjutnya dia menceritakan, beberapa waktu lalu ada anak kecil meninggal dunia karena komplikasi penyakit, akan tetapi tidak ada kendaraan layak yang mau membawa jenazah anak kecil tersebut.

“Kemaren ada anak kecil meninggal dunia, ini yang sangat menyentil hati, anak itu meninggal dunia, saat akan di bawa jenazahnya untuk di pulangkan ke Kalianda, kapal penumpang yang biasanya mengangkut penumpang, enggan untuk membawa jenazah nya, terpaksa jenazah anak tersebut di bawa menggunakan perahu nelayan yang kecil,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, kepada Pemerintah untuk dapat memberikan pelayanan khusus dan layak terhadap Desa Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku, gara pelayanan dipulau Sebesai dapat maksimal.

Selin itu, masyarakat juga sangat mengharapkan kapal puskesmas keliling (Pusling) yang standby di Pulau Sebesi dan Sebuku untuk digunakan ketika kondisi darurat.

“Kami berharap pemerintah segera memberikan perhatiannya, karna masalah kesehatan tidak bisa di ulur-ulur lagi waktunya, sehat itu mahal, oleh sebab itu tolong segera bantu kami, berikan kapal pelayanan kesehatan darurat, karena pelayanan kesehatan di pulau sebesi juga sama sekali tidak bisa di katakan dengan baik. Sekali lagi Kepada Bupati H Zainudin Hassan M Hum untuk bantu kami, beri pelayanan kesehatan yang baik, sehingga tidak ada lagi kesulitan dalam hal pelayanan kesehatan di pulau sebesi, dan apa bila ada yang meninggal juga tidak kesulitan lagi untuk menghantar jenazah nya ke kalianda,” pungkasnya. (Saiful/Mar)