oleh

Polda Kantongi Nama Pelaku Peculik M Pansor

Harianpilar.com, Bandarlampung – Tim Gabungan Polda Lampung dan Sumatra Selatan, nampaknya bergerak cepat dalam menanggapi laporan hilangnya M. Pansor, anggota DPRD Bandarlampung sejak Jumat  (15/4/2016) lalu.

Penyelidikan yang dilakukan Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung dan Sumatera Selatan, telah mengetahui motif hilangnya politikus PDI Perjuangan tersebut.

“Dari hasil penyelidikan tim penyidik, kita telah mengantongi motif dari kasus hilangnya saudara Pansor yang dilaporkan hilang oleh keluarganya,” ujar Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Zarialdi, ditemu di Lapangan Saburai, Jumat (13/5/2016).

Bahkan pihaknya juga telah mendapatkan beberapa identitas yang diduga pelakunya. “Pelaku sudah ada, tapi saya tidak bisa sebut dan tidak bisa cerita. Sudah ada berapa orang yang dicurigai dan dua motif kenapa kematiannya,” sebut Zarialdi.

Ia mengatakan, tim yang berkerja melakukan penyelidikan present sudah maksimal. Bahkan, pihaknya dalam penyelidikan dan mencari fakta menggunakan sistem IT, manual, lidik serta analisa.

”Saat ini tim masih kerja. Saya juga tidak bisa menerangkan lebih jauh. Pokoknya sudah ada yang dicurigai dan motifnya juga jelas dan ada. Data sudah lengkap semua, tinggal memastikan lagi jika DNA yang diuji di Lab Mabes Polri itu positif, maka tidak akan susah mengungkapnya,” ucapnya.

Ia juga mengakui jika pola mainnya sudah profesional dan sangat rapih. ”Sangat luar biasa, hebat. Ini pola mainnya udah canggih. Mainnya sudah diatur sedemikian rupa. Tunggu saja ungkapnya. Semuanya pasti akan jelas,” tegasnya.

Sayangnya Zarialdi, enggan memaparkan lebih lanjut tentang keberadaan kendaraan dan barang-barang pribadinya yang dibawa saat terakhir meninggalkan rumahnya.

“Untuk mobil dan telpon genggam milik Pansor, saya tidak bisa menjelaskannya. Tim masih berkerja di lapangan,” tegasnya lagi.

Sementara ketika ditanyakan terakhir kali Pansor terlihat, Zarialdi menuturkan, sebelum hilang, Pansor sempat pamitan ke pada keluarga mau pergi rapat ke Jakarta.

Dirinya pergi dari rumah mengendarai mobil. Namun Zarialdi tidak mau membeberkan jenis mobil yang dibawa Pansor. Setelah itu, tutur dia, pihak keluarga kehilangan kontak dengan Pansor.

“Sampel darah kering dan suam gigi dari anak dan istri Pansor juga sudah ada di Mebes. Jadi tunggu saja hasilnya. Nantinya semua akan jelas. Untuk tim yang ada di Polda Sumsel, masih membantu penyelidikan terkait hilangnya pansor dengan penemuan mayat di OKU Timur tersebut,” jelas perwira berpangkat melati tiga dipundaknya itu. (Tomi/Juanda)