Harianpilar.com, Lampung Selatan – Dewan juri akirnya menetapkan Bunga dan Antonius Dendi, asal Kecamatan Sragi ditetapkan sebagai Muli Mekhanai Kabupaten Lampung Selatan tahun 2016, pada ajang grand final pemilihan Muli Mekhanai dalam rangka Festival Rajabasa IV tahun 2016 yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), di lokasi wisata kuliner, Dermaga Bom, Kalianda, Jumat (13/5/2016).
Pemilihan Muli Mekhanai diikuti oleh 42 finalis terdiri dari 21 orang muli dan 21 mekhanai yang merupakan utusan atau perwakilan dari dinas instansi Pemda Lamsel, kecamatan, BUMN, organisasi, serta masyarakat umum.
Kepada media, usai menyerahkan hadih kepada juara I pasangan Muli Mekhanai Lamsel 2016, Bupati Zainudin mengatakan, para pemenang lomba Muli Mekhanai Lamsel 2016 harus diberdayakan sebagai duta wisata Kabupaten Lampung Selatan.
“Kita butuh orang-orang seperti mereka ini (muli-mekhani, red) guna menunjang kemajuan dunia pariwisata di Lampung Selatan. Oleh karena itu, para pemenang ini nantinya akan diberdayakan menjadi pegawai staf khusus di Pemkab Lamsel, yang tugasnya nanti untuk menerima tamu-tamu Pemkab Lamsel yang datang dari bebagai luar dan dalam daerah di Indonesia,” ungkap Zainudin.
Dikatakannya, ribuan masyarakat yang antusias menghadiri acara malam Grand Final Pemilihan Muli-Mekhanai tahun 2016, di lokasi wisata kuliner, dermaga bom, Kalianda, merupakan hasil dari kerja keras pihak penyelenggara, dalam hal ini Disparbud Lamsel.
“Ini patut diapresiasi. Meskipun Ibu Fauziah ini usianya sudah nenek-nenek, namun semangat kerjanya sungguh luar biasa, dan ini menunjukkan bahwa adanya keseriusan beliau dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. keberhasilan dari penyelenggaraan acara Festival Rajabasa di Kabupaten Lamsel ini, tentunya juga tidak terlepas dari adanya kekompakan pihak panitia. Untuk itu, secara pribadi mengucapkan banyak terimakasih atas kerja keras yang telah dilakukan,” kata Zainudin.
Sementara itu, Kepala Disparbud Lamsel Fauziah Arief mengatakan, dilaksanakan festival rajabasa berdasarkan undang-undang nomor 10 tahun 2009, serta merupakan agenda program tahunan Disparbud Lampung Selatan.
“Tujuannya dilaksanakan acara ini ini, mengolahragakan, menghibur, melestarikan kebudayaan, serta melahirkan penerus-penerus budaya di Lampung Selatan. Bagi pemenang, lomba pada rangkaian festival ini akan mewakili Lampung Selatan pada ajang tingkat provinsi dan ajang yang lebih tinggi. Saya laporkan juga, kegiatan ini sedikit berbeda tahun sebelumnya, karena lebih meningkatkan kebudayaan Lampung Selatan,” kata dia.
Lebih jauh dirinya mengatakan, pihaknya akan terus berupaya maksimal menjadikan dunia kepariwisataan di Lampung Selatan lebih maju dan berkembang seperti yang diharapkan oleh Bupati Zainudin Hasan.
“Mudah-mudahan pada gelaran even Festival Rajabasa dimasa mendatang, kita bisa menggelar lebih besar dan meriah lagi. Meski even Festival Rajabasa tahun ini mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa dari pak bupati, bukan berarti menjadikan disparbud Lamsel harus membusungkan dada, tetapi apresiasi yang diberikan menjadi cambuk bagi kami selaku pihak penyelenggara agar bisa bekerja lebih maksimal lagi,” pungkasnya.
Dari hasil Pantauan Harian Pilar hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati dan jajaran Fokorpimda Lampung Selatan, Ketua dan wakil ketua serta anggota DPRD, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung, Camat se-Lamsel, para tamu undangan dan ribuan masyarakat. (Saiful/Mar)









