oleh

Tiga Pembunuh Pelajar Diringkus

Harianpilar.com, Lampung Utara – Polres Lampung Utara (Lampura) berhasil meringkus tiga pembunuh Fina Lindia (18), pelajar SMK Muhammadiyah Kotabumi, Lampung Utara dikediamannya Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, kabupaten setempat, Selasa (10/5/2016).

Kasat Reskrim Polres Lampura AKP Supriyanto mengatakan setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Pertama (TKP) dan memeriksa para saksi, dalam waktu 12 jam, anggotanya berhasil  meringkus  ke tiga tersangka yaitu; Ari, merupakan pacar korban, Dedi dan Budi, ketiganya berhasil diringkus di kediamannya Kelurahan Sindangsari.

Menurut Supriyanto, motif pembunuhan, lantaran para tersangka mau menguasai barang berharga milik korban berupa handpone, dan uang tunai. Setelah korban tidak lagi berdaya, kata Kasat Reskrim, ketiga tersangka melampiaskan nafsu birahinya. Setelah mereka puas, lalu menghabisi nyawa Fina, dengan menggunakan batang singkong yang ada diseputaran sungai Batang Hari Aliran Way Rarem. Setelah korban tidak bernya lagi, mereka menyeret jenazah ke pinggiran sungai.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa batang singkong, hendpone, uang miliki korban dan uang hasil penjualan hendpone.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya ketiganya tersangka dijerat dengan pasal 338 dan 340 KUHP pidana.

Jasad Fina Widya, warga LK. 3 Dusun Bangun Rejo Kelurahan Sindang Sari Kabupaten Lampung Utara (Lampura) ditemukan mengambang dengan keadaan terlentang di aliran Sungai Batang Hari tepatnya di Desa Ulak Durian Kelurahan Kotabumi Ilir Kabupaten setempat, Senin (9/5/2016).

Jasad Fina Lidia pelajar kelas II SMK Muhammadiyah Kotabumi ini ditemukan pertama kali oleh Sapri (52) warga RK 4 Desa Fajar Ratu, Kecamatan Kotabumi Ilir, dalam keadaan tersangkut di aliran sungai dengan kondisi wajah yang nyaris tidak dapat dikenali lagi dengan masih mengenakan seragan sekolah pramuka.

Sapri menjelaskan, pada saat itu dirinya sedang mengangkat keramba ikan di aliran sungai tersebut. Pada saat itu pula dirinya melihat tubuh Vina sudah mengambang dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. ”Saya lihat mayat perempuan itu tersangkut di ranting yang terletak di tengah aliran sungai. Saya langsung lari kasih tahu warga yang lain,” jelasnya.

Setelah memberitahu warga sekitar, Sapri beserta warga langsung mengevakuasi jasad tersebut dengan menggunakan sampan dan langsung menarik korban ketepian sungai. Sebagian warga lain melaporkan atas kejadian tersebut ke Polres Lampung Utara.

Tak lama keudian, anggota Kepolisian Resort Lampung Utara (Lampura) mendatangi lokasi kejadian dan langsung melakukan evakuasi dibantu dengan warga sekitar kemudian dibawa ke RSU Ryacudu Kotabumi, untuk dilakukan visum et repertum.

Sementara itu Tim Identifikasi Polres Lampung Utara, Aiptu. Suroto menjelaskan bahwa jasad tersebut tewas 3 hari sebelum ditemukan,” Diperkirakan tiga hari,” Jelasnya singkat.

Terpisah, Susilawati Kepala SMK Muhammadiyah tempat korban bersekolah membenarkan bahwa Fina adalah siswinya. Pihak sekolah sudah dikabarkan keluarga Fina tentang menghilangnya siswinya itu sejak Sabtu (7/5) lalu. “Kami diberitahu keluarga Fina bahwa sejak Sabtu dia tidak pulang ke rumah,” terang Susi.
Menurut Susi, Fina adalah sosok periang dan berkelakuan baik. “Dia anak yang tekun, rajin serta periang dan aktif,” pungkasnya. (Iswant/Yoan)