Harianpilar.com, Bandarlampung – Lembaga Pemasyarakatan (LP) Rajabasa, menggelar Ujian Kejar Paket B dengan menggunakan sistim manual Paper Best Test (PBT), Selasa (10/5/2016). Tercatat ada empat warga binaan yang mengikuti ujian tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Bidang Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Lapas Rajabasa Albram menjelaskan, peserta yang mengikuti Ujian Kejar Paket B kali ini berjumlah 4 orang yang rata-rata usia 25 tahun ke atas dengan berbagai jenis kasus kriminal umum. Jumlah peserta ujian tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk ditahun ini yang terdaftar 4 orang yang ikut paket B, sebetulnya 3 orang karena yang satu ini sudah bebas , tapi saat yang bersangkutan ini dihubungi dan ditanya mau ikut paket B atau tidak dia mengiyakan, jadi ya bisa ikut. Kan lumayan ikut di dalam Lapas gratis kalau di luarkan ada pungutan biaya untuk ikut kejar paket. Untuk mereka yang sudah bebas dari Lapas juga tidak ada paksaan untuk ikut, itu tergantung merekanya,” ujar Albram, saat dihubungi via telepon, Selasa(10/5/2016).
Salah seorang peserta Ujian Kejar Paket B, Wandi (32) mengaku senang bisa mengikuti ujian paket B ini, menurutnya kejar paket itu sangat baik dilakukan untuk bekal kehidupan saat bebas nanti. Wandi juga berencana untuk di tahun depan mengikuti Ujian Kejar Paket C.
“Saya ikut paket ini berdasarkan kemauan saya sendiri , apalagi ini bagus buat saya nanti setelah bebas, Saya kan disini udah 8 tahun dan 1,5 tahun lagi saya baru bebas. Nah sebelum bebas juga kalau bisa ikut paket C , ngerjain soal-soalnya lumayan mudah juga ada juga yang sulit tapi itu masih bisa diatasin. Sebelum ikut ujian ini kan kami ada kelas juga ya kaya sekolah biasa, jadi nggak terlalu kaget, apalagi disini banyak difasilitasi buku-buku bacaan di perpustakaan,” ujar Wandi.
Koordinator Lapangan (Korlap) Lapas Kelas 1 Bandar Lampung Gustin anggraini,S.H menjelaskan demi memenuhi hak pendidikan para tahanan lapas , Lapas Kelas 1 Bandar Lampung memfasilitasi para tahanan dengan berbagai macam prasarana yang dibutuhkan dan tanpa dilakukan pungutan biaya apapun .
“Pada kejar paket ini gratis untuk mereka , sangat disayangkan juga sebetulnya bagi mereka yang sudah bebas tidak bisa dihubungi , dan untuk pelaksanaan juga fasilitas untuk mereka kami sediakan, cukup banyak ya mulai dari buku-buku, kami juga sediakan perpustakaan untuk mereka, guru juga ada setiap hari yang datang, kami khusus datangkan untuk mereka dan masih banyak lagi yang lainnya,” jelas Gustin.
Dan juga demi pembinaan dibidang pendidikan yang baik didalam Lapas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 Bandar Lampung akan terus melakukan mertamorfosis bagi para tahanan agar tetap terpenuhi Haknya dalam mendapatkan pendidikan. (Ramona/JJ)









