oleh

Korban Penembakan Perampok Akhirnya Tewas

Harianpilar.com, Tanggamus – Insiden penembakan yang dilakukan kawanan perampok bersenjata api terhadap Nurozi (23) saat menyatroni kediaman Imron (42), warga Pekon Pejajaran, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit, kini meninggal.

Saat ini tengah ditangani pihak Polres Tanggamus dan Polsek Kotaagung, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Tanggamus AKBP Ahmad Mamora langsung memberikan keterangan resminya kemarin (9/5/2016). Namun para pelaku, motif, dan kerugian pasti yang diderita korban masih terus didalami.

Ahmad Mamora menjelaskan, bahwa rumor para perampok menggondol sejumlah perhiasan dan uang tunai Rp50 juta, belum bisa dijamin kebenarannya. Sebab, Imron sendiri yang menjadi korban sekaligus sebagai pemilik rumah, belum melaporkan kerugian yang jumlahnya terbilang fantastis itu.

“Sampai sore ini, korban belum memberikan laporan terkait sejumlah perhiasan dan uang Rp50 jutanya diambil para pelaku. Logikanya jika sebanyak itu kerugian material yang diderita korban, seharusnya mereka melapor dari awal. Tapi ini saya sudah kroscek dengan KBO Reskrim belum ada laporan itu. Kalau dua unit ponsel yang diambil, ya itu benar dan sudah disampaikan korban,” pungkas Kapolres yang juga didampingi KBO Reskrim Ipda. Insan Husaini.

Berdasarkan keterangan pihak RSUAM Bandarlampung, lanjut Ahmad Mamora, Nurozi (23) yang  ditembak pelaku di bagian perut dinyatakan meninggal setelah menjalani operasi. Meskipun proyektil yang bersarang di tubuhnya sudah berhasil dikeluarkan, nyawa Nurozi yang tak lain adalah adik kandung Imron tetap tak terselamatkan.

“Jenis senpi apa yang digunakan para pelaku juga masih kami dalami. Anggota saya sudah menyisiri lokasi dan Olah TKP. Saat kejadian berlangsung, salah satu pelaku sempat menembakkan senpi dengan membabi-buta. Alhasil, pada dinding kamar Imron, ada bekas tembakan. Selongsong berikut proyektilnya juga sudah ditemukan. Sehingga kami akan membawa benda itu untuk diuji balistik. Dengan harapan, hasil uji balistik itu bisa membantu penyelidikan kami,” terang kapolres.

Polisi juga menduga, komplotan perampok yang cukup menggemparkan warga Tanggamus itu, jumlahnya antara tujuh atau delapan orang. Enam pelaku yang turun dari mobil dan masuk ke rumah korban. Sedangkan yang standby di dalam mobil yang jenisnya minibus pribadi, diperkirakan satu atau dua orang.

“Baik korban serta keluarga, maupun masyarakat Tanggamus pada umumnya dan rekan-rekan media, kami mohon bersabar. Kasus ini pasti kami tangani dan kami akan bekerja seoptimal mungkin. Kami juga memohon kerjasama yang baik dari masyarakat, apabila ada yang menyaksikan peristiwa itu, diharapkan bersedia menjadi saksi kami. Karena saat ini anggota saya di lapangan masih terus bekerja untuk pulbaket,” tutur kapolres. (Ron/Mar)