Harianpilar.com, Lampung Utara – Himbauan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lampung Utara H. Adrie dinilai tidak digubris oleh sejumlah kepala sekolah (Kepsek) SMA di wilayah tersebut. Sebelum pengumuman kelulusan, Kadisdik Adrie meminta kepada Kepsek untuk melarang siswanya melakukan konfoi dan main coret-coret baju seragam pada pengumuman kelulusan pada Sabtu (7/5/2016), tapi ternyata masih tetap dilakukan.
“Kita sudah meminta kepada seluruh kepsek agar melarang siswanya melakukan aksi konfoi dan main coret-coret baju seragam pada saat merayakan kelulusan. Tapi aksi tersebut masih tetap terjadi di beberapa SMA termasuk SMKN 1 Abung Selatan, SMAN 3 Kotabumi,” katanya.
Menurut dia, sebaiknya baju seragam diberikan kepada siswa lain yang membutuhkan dari pada dicoret-coret. Dan kegiatan seperti itu kedepan akan menjadi contoh. Karena itu akan lebih bermanfaat bagi orang lain,” ujar Kadisdik H.Adrie melalui sambungan teleponnya, Sabtu (7/4/2016).
Adrie menyatakan, penekanan aksi konfoi dan coret-coret tersebut sudah dilakukan para Kepsek seperti SMAN 3 Kotabumi. Pengumuman dilakukan secara online. Jadi para siswa disibukkan untuk membuka internet. Meski begitu dirinya sejak pagi sudah melakukan pemantauan dengan cara berkeliling dan memang ada beberapa siswa yang terjatuh saat mengadakan konfoi tersebut.
“Kita kan sudah himbau dan larang para siswa, tapi masih saja. Kalau jatuh dan luka siapa yang rugi. Untuk itu kita himbau kepada para siswa SMP saat pengumuman kelulusan nanti jangan sampai mengadakan konfoi. Ini semua demi kebaikan bersama,” himbaunya.
Ditambahkannya, untuk jumlah siswa 6.951 siswa 59 orang dinyatakan tidak lulus karena mereka tidak mengikuti UN. Mereka yang tidak mengikuti UN itu dengan berbagai alasan mulai dari berhenti tanpa sebab, menikah atau karena faktor lainnya. “Yang jelas semua yang ikut UN lulus semua kecuali yang tidak ikut. Begitu juga dengan paket C semua yang ikut itu lulus semua,” pungkasnya. (Iswant/Yoan)








