oleh

Pengelolaan Pasar Inpres Kalianda Simpang Siur

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Pengelolaan Pasar Inpres, Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) diduga sarat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Pasalnya, pengelolaan sejumlah kios di pasar yang dibangun menggunakan APBD itu tidak jelas, apakah disewakan atau digratiskan.

Bahkan, pengakuan UPT Pasar Inpres yang menyatakan jika kios yang berada di pasar tersebut tidak dikenakan sewa-menyewa alias gratis, ternyata menurut para pedagang jika kios tersebut disewakan pada para pedagang.

Wakil Bupati Lamsel Nanang Ermanto, saat menggelar Sidak mengaku geram atas kondisi pengelolaan pasar inpres. Nanang juga mencurigai adanya mainan pada sistem pengelolaan Pasar Inpres. Sebab, Pasar Inpres Kalianda yang terbilang cukup besar, tidak mungkin gratis.

“Saya pertanyakan sistem sewa kios-kios di pasar itu, sistemnya seperti apa, apakah gratis atau sewa. Saat saya tanya dengan UPT nya, kios-kios itu gratis. Sementara, saya tanya ke pedagang, mereka mengaku membayar atau sistem kontrak, itupun di luar biaya kebersihan,” ungkap Nanang, di sela-sela Sidak, Jumat (29/4/2016).

Nanang juga menduga oknum pengelola Pasar Inpres ini seolah tidak mengetahui kondisi pasar. “Saya kira, pasar sebesar itu tidak mungkin gratis. Saya tegaskan, jangan- jangan oknumnya pura-pura tidak tahu masalah ini,” ungkapnya.

Disinggung, mengenai penataan kerapian, kebersihan kondisi pasar tradisional milik masyarakat kabupaten yang berjuluk Serambi Sumatera. Nanang Ermanto, merasa sedikit geram, karena dirinya melihat kondisi pasar bak jauh dari kebersihan dan kerapian.

“Yang jelas, kondisi pasar itu perlu penataan. Saya juga ingin tau denah gambar pasar itu berapa luas tanahnya pasar milik pemkab. Supaya, kita tahu, mana-mana saja aset milik pemerintah,” tambahnya.

Lebih jauh dirinya mengatakan penataan Pasar Inpres Kalianda, dipandang perlu. Sebab, dengan penataan pasar yang baik, akan membuat kenyamanan tersendiri bagi pedagang maupun konsumen.

“Penataan atau pemugaran pasar itu, saya rasa perlu. Karena, hal itu buat kenyamanan para pedagang dan pembeli. Apalagi, letak pasar berada ditengah ibu kotanya kabupaten. Seperti penataan, lapak-lapak, tempat parkir,” pungkasnya.

Hasil pantauan Harian Pilar dilokasi sidak Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto di Pasar Inpres Kalianda, didamping Plt. Kadis Perdagangan dan Pasar Supriyanto, Plt Kabid Perdagangan Merlin, dan Kepala UPT Pasar Kalianda Zaidaryanti KH. (Saipul/Juanda)