Harianpilar.com, Bandarlampung – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio meminta para generasi muda ke depan mampu menjadi tumpuan dalam menjaga kedaulatan Indonesia serta ancaman dan serangan dari luar.
Demikian disampaikan Panglima TNI, saat memberikan kuliah umum di Universitas Lampung (Unila), Selasa (26/4/2016).
Dalam pemaparannya, panglima TNI juga membahas soal teori pertumbuhan manusia, kebutuhan energi, dan pangan dunia. Di mana menurutnya pada tahun-tahun selanjutnya negara-negara subur di sekitar ekuator yang akan menjadi sasaran dari berbagai negara, setelah cadangan energi terutama di Timur Tengah habis. Untuk itu harus ada kewaspadaan bagi Indonesia terutama generasi penerus bangsa.
“Pada tahun 2043, akan terjadi perang energi antarnegara. Indonesia akan menjadi negara ekuator dengan potensi pangan dan energi yang besar tentu menjadi sorotan dunia,” jelasnya.
Menurutnya, persaingan tersebut akan menimbulkan konfik yang luar biasa.
“Sekitar 70 persen penduduk dunia memperebutkan energi untuk memenuhi kebutuhan penduduk dunia yang diprediksi mencapai 12 miliar lebih,” ungkapnya.
Untuk itu, jelasnya, pemuda diharapkan mampu menjaga keutuhan wilayah negara Indonesia dari serangan dan ancaman pihak luar, yang akan memperebutkan sumber daya energa dan pangan Indonesia yang melimpah tersebut.
Saat berada di Korem 043 Garuda Hitam, panglima TNI juga menegaskan jika saat ini TNI dapat menangani kasus terorisme yang bersifat strategis.
“Memang benar TNI dapat ikut menangani teroris, tetapi ada tambahannya yaitu teroris yang bersifat strategis. Teroris-teroris yang sekarang ini bersifat kriminal makanya masih ditugaskan ke polisi. Makanya saya berharap DPRD dapat merevisi untuk undang-undang soal teroris,” harapnya.
Menurutnya Undang-Undang teroris saat ini masih sangat lemah, sehingga teroris banyak yang senang tinggal di Indonesia.
“Makanya teroris senang tinggal di Indonesia ini, undang-undang kita terlalu lemah, karana inilah yang menurut saya harus direvisi agar teroris ini tidak aman tinggal di Indonesia,” tambahnya.
Dalam memberikan kuliah umumnya, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo secara langsung meminta kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo agar Bandara Gatot Subroto di Waykanan, yang merupakan pangkalan udara TNI Angkatan Darat untuk segera dijadikan bandara komersial.
“Hal tersebut berguna untuk menambah pintu kedatangan ke Provinsi Lampung yang akan mempengaruhi peningkatan kunjungan wisata dan investasi,” kata Ridho.
Dikatakan Ridho, bahwa Provinsi Lampung memiliki keunggulan strategis komparatif yang terus dipacu dan dimaksimalkan menjadi keunggulan kompetitif. Namun Keunggulan strategis, juga memiliki tantangan keamanan yang lebih kompleks.
“Untuk itu kami memohon dukungan dari keamanan dari panglima terutama di tiga bukaan laut yang dimiliki Lampung, di Barat, Timur dan Selatan. Tidak mungkin pembangun bisa terlaksana tanpa rasa aman dan situasi yang kondusif,” ujarnya.
Diharapakan agar nantinya pembangunan ditingkatkan dan dibenahi, sehingga bisa melakukan penerbangan reguler.
Hal ini, diyakini dengan terbukanya akses-akses tranportasi di Provinsi Lampung akan mempermudah dan meningkatkan kedatangan para wisatawan dan investasi yang membawa kesejahteraan masyarakat Provinsi Lampung.
Gubernur juga berharap sebagai universitas terbesar di Lampung dan mahasiswa terbanyak serta perlahan mulai menjadi universitas terbaik di Sumatera, maka dengan kapasitas Unila saat ini sudah saatnya ditingkatkan.
“Pemprov akan berikan tanah sekitar 150- 200 hektar untuk Unila, sekitar 3 kali luas Unila saat ini yang hanya sekitar 50 hektar. Ini penting karena kaum cendikiawan dan intelektual harus menjadi garuda utama mencerdaskan provinsi Lampung ke depan,” ujarnya. (Fitri/Mona/Tomi/Juanda)









