Harianpilar.com, Bandarlampung – Dinas Perdagangan Provinsi Lampung memastikan penghentian sementara impor buah Jeruk Sunkis dan Pir asal China, upaya ini guna mendorong nilai jual buah lokal Lampung yang saat ini sedang dalam musim panen. Akibat penghentian sementara impor buah tersebut, saat ini terjadi kelangkaan buah Jeruk Sunkis dan Pir di pasaran.
Staf Bidang Perdagangan Dalam Negeri Zimmi menjelaskan, ketidak tersedianya buah buahan tersebut bukan karena pemutasan kerja sama melainkan untuk mengutamakan produk lokal.
“Kita akan utamakan produk petani lokal, agar tidak terjadi ketimpangan jika di butuhkan baru kita akan impor,” jelasnya, saat di temui di ruang kerjanya, Senin (25/4/2016).
Ia juga menambahkan hal ini untuk mempersiapkan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), sehingga pihak terkait mengupayakan agar masyarakat lebih mengunggulkan dan mengkonsumsi hasil bumi sendiri.
“Harapannya masyarakat bisa bijak dalam konsumsi, agar tidak terjadi Inflasi,” tutupnya
Hasil penelusuran di beberapa pasar yakni, Pasar Sukarame, Pasar Tengah dan Pasar Wayhalim, Bandarlampung, tidak dijumpai buah pir putih dan jeruk sankis. Kondisi yang sama juga terjadi di beberapa swalayan, seperti Giant Supermarket dan Chandra Departement Store.
Pedagang buah di Pasar Pasir Gintung Romi (46) mengatakan kosongnya stok buah dari negara China ini sudah sekitar dua bulan yang lalu.
“Yang kami dengar tidak ada impor dari China. Katanya tidak boleh masuk,” jelasnya.
Masih menurut Romi, keadaan ini sedikit disayangkan karena banyak warga yang menyuakai buah buat tersebut.
“Banyak pelanggan yang nanya tapi kami nggak bisa berbuat apa apa, nggak ada kejelasan juga dari pihak perdagangan,” tambahnya. (Putri/JJ).









