oleh

Bayi Terkena Atresia Bilier Butuh Bantuan

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Wakil Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto menerima kunjungan salah satu masyarakat Dusun Kampung Baru, Desa Sidoasri, Kecamatan Natar yang membutuhkan bantuan.

Kedatangan salah satu masyarakat tersebut ingin meminta partisifasi dukungan moril maupun materil dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel terhadap penyakit Atresia Bilier (saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal) yang diderita Asyifa Naqia Rahmani balita yang berumur 7 bulan.

Kedatangan bayi malang tersebut ditemani kedua orang tuanya, yakni Lusi Adira (22) ayahnya Puwadi (28). Mereka disambut hangat oleh Wakil Bupati Lamsel Nanang Ermanto bersama Kepala Dinas Sosial Wahidi Setiadi dan Kabag Sosial Ahmad Rhodi di ruang kerja wabub, Senin (18/4/2016).

Kepada media, Nanang Ermanto mengatakan, dirinya menyatakan prihatin kepada Asyifa dan keluarga. Dalam hal ini, pemerintah siap memberikan sumbangsihnya kepada keluarga Asyifa, sebagai bentuk perhatian pemerintah. “Paling lambat besok kita akan lakukan rapat dengan jajaran terkait. Kita akan bantu mereka demi untuk meringankan beban keluarga sebagai biaya pengobatan,” janji Nanang.

Ia juga melanjutkan, kedepannya pihaknya akan menganggarkan biaya yang dikhususkan untuk menangani hal yang serupa berbentuk dana bantuan.
“Kedepan kita akan rumuskan program semacam ini. Jadi biar pun mendadak, kita sudah punya (dana) saving untuk memberikan bantuan,” lanjutnya.

Sementara itu ibunda Asyifa, Lusi Adira ditemani suaminya Puwadi mengatakan, maksud dan tujuan kedatangan keluarganya menemui bupati atau wakil bupati untuk menyampaikan keluh kesah karena keterbatasan biaya yang dialami untuk pengobatan Asyifa.

Dia mengaku, sudah membawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dan seluruh biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS. Namun, yang menjadi kegundahaan hatinya, saat pihak rumah sakit mengharuskan anaknya untuk dilakukan screening dengan biaya sebesar Rp60 juta. “Ya kalau selama dirawat di RSCM ditanggung oleh BPJS. Tapi untuk screening, BPJS tidak mau menanggung. Makanya kami mengadu ke pemda, melalui pak wakil,” keluh Lusi Adira.

Dia mengaku, selama di rawat di RSCM, dirinya banyak menerima bantuan dari para darmawan di Jakarta. Hal itulah yang memacu dirinya untuk memohon sumbangsih dari pemda Lampung Selatan.

“Ada yang bantu susu untuk Asyifa. Dan kami sangat berterima kasih, karena susu khusus untuk Asyifa harganya Rp300 ribu untuk dua kali minum. Susu itu dimasukan melalui hidung Asyifa,” jelasnya.

Ia mengaku bahwa penyakit yang diderita Asyifa merupakan penyakit bawaan, yang baru diketahuinya pada saat Asyifa berusia 2 bulan. “Saat itu matanya kuning dan ‘PUP’ seperti dempul. Kami baru menyadarinya saat Asyifa berusia 2 bulan. Makanya kami menghimbau bagi para orang tua untuk lebih perhatian terhadap anaknya tentang penyakit ini,” pungkasnya. (Saiful/Mar)