oleh

Kasus TBC di Lampung Tinggi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Waspada gejala Tuberkulosis (TB) pada anak-anak, karena saat ini TB masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang paling sering dijumpai di Indonesia. Untuk di Provinsi Lampung, angka penemuan kasus TB sudah mencapai strategi nasional yaitu CNR 99/100.000 penduduk, sedangkan angka keberhasilan pengobatan TB (TSR) yang telah mencapai target di atas 90 % adalah kabupaten Pesawaran, Tanggamus, dan Waykanan.

TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis, masih dikenal sampai sekarang dengan sebutan TBC atau penyakit 3 huruf juga sakit flek.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Hj. Reihana, M.Kes menjelaskan, daya tahan tubuh setiap orang sangat mempengaruhi resiko penularan kuman TB hingga menjadi sakit TB. Penyakit TB ini juga dapat menyerang siapa saja, tidak memandang usia, jenis kelamin, maupun status sosial.

“Saya sangat mengharapkan agar masyarakat Lampung peduli Gerakan TOSS TB, Temukan TB Obati Sampai Sembuh, berikan dukungan moril dengan mengajak penderita TB berobat sampai sembuh tuntas, tidak bersikap diskriminatif terhadap pasien TB, dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga Indonesia Bebas TB 2050 dapat tercapai,” jelasnya saat ditemui di kantor Dinkes provinsi Lampung, Jumat (7/4/2016).

Namun ada beberapa faktor yang memiliki resiko penularan TB lebih besar, contohnya mereka-mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TB yang belum terobati atau sedang menjalankan pengobatan fase awal, yang memiliki kekebalan tubuh rendah seperti bayi, anak-anak dan orang lanjut usia.

Gejala untuk TB pada anak adalah batuk-batuk yang cukup lama yang berlangsung selama 3 minggu atau lebih dan biasanya intensitasnya tinggi atau tidak pernah reda, demam yang berkepanjangan lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas, biasanya disertai dengan keringat malam dan umumnya tidak terlalu tinggi, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas atau dalam 1 bulan tidak mengalami kenaikan dengan penanganan gizi yang adekuat. Nafsu makan menurun atau susah makan dan menjadi lesu atau anak jadi kurang aktif untuk bermain juga merupakan salah satu gejala TB pada anak.

Dalam memerangi penyebaran TB terutama pada anak anak yang masih rentan daya tahan tubuhnya, Pemerintah Indonesia telah memasukkan imunisasi BCG (untuk mencegah TB berat misalnya : TB selaput otak dan TB paru berat) sebagai salah satu program prioritas imunisasi wajib nasonal beserta dengan 4 jenis imunisasi wajib lainnya yaitu hepatitis B, Polio, DPT, dan campak.

Adapun capaian indikator untuk menggambarkan keberhasilan program pengendalian TB yaitu Case Notification Rate (CNR) dan Treatment Success Rate (TSR). (Fitri/Juanda)