oleh

Empat Kabupaten Jadi Sentra Kelapa Sawit

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah terus berupaya menjadikan Lampung sebagai daerah yang ramah energi terbarukan, bersih dan ramah lingkungan. Hal ini terbukti dengan diresmikan Pabrik Biodiesel Louis Dreyfus Company (LDC) oleh Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo di Kelurahan Waylunik, Kecamatan Panjang, Bandarlampung.

Dijelaskan gubernur, Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya mineral dan biomassa yang cukup memadai, khususnya komoditas kelapa sawit yang merupakan bahan utama biodiesel.

Saat ini luas areal kelapa sawit di Lampung mencapai 150.990 hektar yang terdiri dari Perkebunan Besar Negara (PBN) 11.379 hektar, Perkebunan Besar Swasta (PBS) 60.467 hektar dan Perkebunan Rakyat (PR) 79.114 hektar dengan produksi 367.840 Ton CPO/tahun.

“Sentra kelapa sawit di Provinsi Lampung tersebar di empat kabupaten yaitu Tulangbawang, Waykanan, Lampung Tengah dan Lampung Utara,” jelas gubernur, di sela-sela peresmian Pabrik Biodiesel Louis Dreyfus Company (LDC)di Kelurahan Waylunik, Kecamatan Panjang, Bandarlampung, Rabu (5/4/2016).

Selain itu, gubernur mengungkapkan bahwa pihaknya membuka peluang yang besar untuk para investor yang ingin berinvetasi di Provinsi Lampung serta terus berupaya untuk menjadikan Provinsi Lampung sebagai daerah yang ramah, aman dan nyaman dalam berinvestasi.

“Diharapkan dengan banyaknya investor yang datang ke Provinsi Lampung dapat membuka peluang kerja, mengurangi penggangguran dan kemiskinan di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama CEO PT. Louis Dreyfus Company (LDC) menjelaskan, bahwa Pabrik ini merupakan pabrik pertama di Asia dan keempat secara global setelah kesuksesan pembangunan pabrik-pabrik di Argentina, Jerman dan Amerika Serikat.

Lebih lanjut CEO mengatakan bahwa pihaknya terus mendukung dan berkeinginan untuk menjadi mitra aktif bagi Indonesia dalam perjalanan menuju kemandirian energi terbarukan serta energi bersih dan ramah lingkungan.

“LDC tetap memberikan dukungan bagi pertumbuhan berkelanjutan industri kelapa sawit di kedua sektor hulu dan hilir serta memastikan harga tinggi bagi petani, energi bersih dan ramah lingkungan serta kemandirian energi bagi Indonesia,” ujarnya. (Fitri/JJ)