Harianpilar.com, Tanggamus – Masyarakat dan pelajar yang berkunjung ke perpustakaan daerah (Perpusda) Tanggamus, sangat minim. Namun dengan minimnya masyarakat yang berkunjung ke Perpusda bukan berarti minat baca masyarakat menjadi rendah. Karena membaca, tidak hanya bisa didapatkan atau dilakukan di perpustakaan semata, tapi dengan kemajuan dunia teknologi saat ini, informasi pengetahuan dan umum bisa didapatkan dimanapun dan kapan pun melalui perangkat elektronik yang sudah terkoneksi langsung ke pelayanan internet.
“Sekarang untuk mendapatkan informasi dengan cara membaca buku, bukan lagi perkara yang sulit. Karena sudah banyak perangkat elektronik seperti komputer, leptop dan smartphone, yang membantu dalam menumbuhkan minat baca, baik kalangan siswa atau pun masyarakat umum. Jadi gak bisa dijadikan patokan sedikit yang berkunjung ke Perpusda diklaim menjadi minim minat baca,” kata Kepala Kantor Perpustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah (KPDAD) Tanggamus Razi Azanisyah, di Kantornya, Jumat (18/3/2016).
Dirinya juga mengakui, kunjungan pelajar ke Perpusda masih sangat minim. Hal itu dirasa, karena kondisi Perpusda masih kurang representatif. Baik dari segi tempat membaca dan keberadaan gedung KPDAD yang jangkauannya cukup jauh. Dimana seharusnya, letak Perpusda berada disekitaran jantung kota, ibu kota Bumi begawi jejama.
“Yang paling strategis itu memang disekitaran taman kota, atau pun lapangan merdeka Kotaagung. Karena disekitar situ, pusatnya pendidikan. Dari mulai tingkat Paud, TK, SD, SMP/MTs dan SMA ada semua. Mudah diakses oleh para pelajar, kalau sekarangkan kita lokasinya di Pekon Terbaya, Kotaagung, ya lumayan jauh kan,” ucapnya.
Dia juga menambahkan, pihak KPDAD juga terus melakukan inovasi dalam hal menarik para pelajar dan masyarakat umum untuk terus meningkatkan minat bacanya. Salah satunya dengan dibuatnya sudut baca di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Kotaagung dan Wonosobo, dengan menggunakan satu unit mobil perpustakaan keliling (Pusling) yang pengoperasiaannya terjadwalkan.
“Nah, ini dia sih kendala kita satu lagi. Yakni kurangnya fasilitas kendaraan mobil untuk Pusling. Yang ada sekarang cuma satu, sementara kita banyak daerah yang harus dikunjungi. Ya paling tidak, kita punya tiga unit mobil pusling, saya rasa udah cukup. Dan pada saat musrenbang, semua permintaan dan keluhan kita sudah disampaikan. Bahkan kita juga meminta tambahan satu unit motor tossa yang nantinya dijadikan perpustakaan bergerak. Mudah mudahan semua bisa direalisasikan. Kalau untuk stock buku mah, cukuplah. Kita punya 30 ribu koleksi buku. Tapi untuk rinciannya saya tidak hapal,” tukasnya. (Ron/Mar)









