Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Enam anggota DPD RI bersama Bupati Umar Ahmad, Kapolres Tuba AKBP Agus Wibowo, dan Sekkab Herwan Sahri,membahas tentang bentrok warga di Register 44 Gunungterang secara tertutup di ruang rapat bupati di kantor pemkab setempat, Rabu (16/3/2016).
Keenam anggota DPD RI tersebut yakni Gede Pasek Suwartika, Sayrif, Abdul Aziz, Eni Sumarni, Antung Fatmawati dan Ahmad Jazuli kesemuanya tergabung dalam komite I DPD RI dalam rangka advokasi khususnya daerah bentrok Gunungterang. Dalam rapat tertutup diruang rapat bupati tersebut dihadiri langsung Bupati Umar Ahmad, Kapolres Tuba AKBP Agus Wibowo, Sekkab Herwan Sahri, perwakilan Dandim 0412 Lampung Utara, sejumlah pejabat eselon II dan III serta perwakilan masyarakat. Bentrok warga di kawasan register 44 Gunungterang tersebut terjadi, Jumat (11/3/2016) dan menewaskan tiga warga dan empat korban luka-luka. Ketujuh korban selain mengalami luka tembak juga mengalami luka bacok.
Bentrok terjadi diduga lantaran ulah sejumlah oknum warga yang menyandra para korban terkait uang preman di lahan diregister tersebut. Tidak terima atas kejadian tersebut, seribuan warga mencari pelaku dan membakar empat rumah milik pelaku dan enam sepeda motor yang juga diduga milik pelaku.
Terkait kejadian tersebut pihak kepolisian telah menetapkan tujuh tersangka dalam kejadian tersebut. Ketujuh tersangka saat ini sedang diburu tim gabungan dari Mabes Polri, Polda Lampung dan Polres Tulangbawang.
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah meminta 215 calon kepala kampung (Kakam) yang akan bertarung pada pilkakam serentak 24 Maret 2016 tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan.
“Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban,” kata Bupati Lamteng Mustafa.
Menurut Bupati, saat deklarasi pilkakam damai di Nuwo Balak, Rabu (16/3/2016), setiap calon yang ikut bertarung pada pilkakam harus berniat mengabdi. Dengan demikian kepentingan banyak orang yang harus didahulukan.
Bupati juga berjanji akan bersikap netral, tak membantu calon-calob tertentu. Sebab semua adalah warga Lamteng. Bahkan secara terus terang di depan peserta deklarasi, Mustafa juga menyatakan bukan hanya bupati, tetapi Wabup Loekman Djoyosoemarto juga netral.
“Kalau ada yang menjadi provokator, saya meminta Pak Kapolres dan Pak Dandim untuk mengatasi,” kata Mustafa.
sebanyak 215 calon kepala kampung yang akan bertarung dalam pilkakam serentak di 70 kampung se-Lamteng mengucapkan lima ikrar deklarasi pilkakam damai di Nuwo Balak, Rabu (16/3/2016).
Diantara ikrar yang diucapkan para calon kepala kampung itu adalah setia kepada dasar-dasar negara dan UU. Selanjutnya berkomitmen mewujudkan demokrasi yang bermartabat menuju Lamteng damai dan saling hormat menghormati hak dan kewajiban masing-masing. Kemudian Saling hormati hak dan kewajiban masing-masing calon. Para calon juga berikrar tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan dan menghina calon lain, siap menerima hasil pilkakam sebagai bentuk kesiapan untuk menang atau kalah.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPM-PK) Lamteng Kusuma Riyadi mengatakan pilkakam serentak akan digelar pada 24 Maret 2016 di 70 kampung, 26 kecamatan se-Lamteng. (Lis/Mar)








