Harianpilar.com, Tanggamus – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebupaten Tanggamus mengeluhkan pelayanan distributor obat-obatan yang dinilai sangat lambat dalam pengiriman beberapa jenis obat-obatan yang dipesan. Akibatnya, banyak jenis obat di RSUD tersebut kosong atau tidak tersedia.
Hal ini sangat merugikan pasien, karena mereka sering kali terpaksa mencari atau membeli jenis obat yang diperlukan, namun tidak tersedia di apotek RSUD. Untuk memenuhi kebutuhannya, keluarga pasien terpaksa harus mencari ke apotik-apotik lain diluar RSUD Tanggamus. Sedangkan jarak antara apotek dengan RSUD cukup jauh, mencapai 5 Km menuju pusat kota Kabupaten Tanggamus.
Direktur RSUD Kabupaten Tanggamus Dr. H. Dirhamsyah Riva’i mengatakan, pihaknya sudah mendata dan memesan obat-obatan sesuai kebutuhan ke distributor obat-obatan. “Distributor tempat kami memesan obat telah ditunjuk oleh pemerintah yaitu dengan sistem katalog, tetapi persedian obat-obatan yang dipesan selalu terlambat. Sehingga, mengakibatkan pihaknya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan yang dibutuhkan pasien.
“Kami telah memesan obat-obatan sesuai dengan aturan yang diberikan, tetapi memang dari pihak distributornya yang sering terlambat dengan alasan stok obat yang kami pesan kosong,” ungkapnya diruang kerja, Jum’at (11/3/2016).
Lebih lanjut Dirhamsyah mengaku pihaknya dengan terpaksa membeli obat-obatan ke apotek luar, tapi tidak berlanjut karena harga obat-obatan yang ada di apotek di luar RSUD berbeda dengan harga katalog yang dipesan melalui distributor. Hal tersebut sudah pasti akan memberatkan keluarga pasien bila diberlakukan terus-menerus.
“Bahkan kami sering mencari obat-obatan yang tidak ada disini ke apotik di luar RSUD, tapi harganya sudah pasti akan lebih mahal dari biasanya dan pasti akan menambah berat beban bagi keluarga pasien RSUD yang sedang terkena musibah,” imbuhnya pula.
Dirhamsyah sangat berharap bahwa permasalahan kekurangan persediaan beberapa jenis obat-obatan ini cepat teratasi. Karena hal tersebut sangat menyulitkan pihak RSUD yang berimbas pada pelayanan terhadap pfasien. (Agus/Mar)









