Harianpilar.com, Tanggamus – Kemitraan Kelompok Tani (Poktan) dan Posyandu Ternak ‘Kahuripan’ Pekon Pematangnebak, Kecamatan Bulok, menjadi program unggulan Bupati Tanggamus Hi. Bambang Kurniawan di kancah nasional.
Program bidang peternakan dan kesehatan hewan yang mendapatkan apresiasi tim panelis, dipaparkan bupati Tanggamus Bambang Kurniawan dalam presentasi dan wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Ruang Rapat Sriwijaya II Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2016).
Acara yang diselenggarakan jajaran KemenPAN-RB tersebut, menghadirkan enam Panelis Independen. Mereka adalah Prof. Dr. JB. Kristiadi (TQA) sebagai Ketua Panelis, Bambang Setiawan, M.Si. (Litbang Kompas), Drs. Nur Zaman Mukhtar (SCTV), Dra. Indah Sukmaningsih, M.PM. (YLKI), Neneng Geonadi (TQA), dan Siti Zuhro, MA (Peneliti LIPI).
Di hadapan enam panelis independen, Bupati Tanggamus memaparkan, bahwa tujuan posyandu ternak secara umumuntuk memperbaiki dan meningkatkan kesehatan hewan.
Sedangkan tujuan khusus yakni menyediakan fasilitas pengobatan ternak yang sakit; fasilitas Inseminasi Buatan (IB); meningkatkan pemahaman dan keterampilan serta mendongkrak partisipasi peternak dalam memelihara hewan ternak; meningkatkan partisipasi masyarakat peternak dalam berbagai kegiatan posyandu ternak; lalu meningkatkan kesadaran peternak untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, indah, dan nyaman.
“Dengan eksistensi posyandu ternak yang kami canangkan, telah memberikan dampak positif secara signifikan, yakni menurunnya tingkat kematian ternak. Secara otomatis, kondisi tersebut meningkatkan populasi ternak, terutama kelahiran dengan Inseminasi Buatan (IB),” jelas Bambang Kurniawan.
Tak hanya itu, kata bupati, dampak terhadap akses pelayanan kesehatan ternak, juga dapat mewujudkan perbaikan sistem informasi pelayanan kesehatan hewan. Saat ini Pemkab Tanggamus sudah menerapkan kartu layanan dan program berjargon ‘Beternak itu Menyenangkan’. Dalam program ini, kelompok peternak berperan sebagai ‘perantara’. Sehingga puskeswan atau posyandu hewan ternak, dapat lebih berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat peternak.
“Sedangkan terhadap publik, kemitraan kelompok tani ternak dan posyandu ternak, berdampak meningkatkan kesadaran masyarakat peternak akan pentingnya pelayanan kesehatan, kebersihan lingkungan, serta terciptanya kesadaran lintas sektoral dalam melakukan perbaikan kesehatan hewan ternak itu sendiri,” papar Bambang Kurniawan.
Program posyandu ternak yang dipaparkan Bupati Tanggamus, mendapat apresiasi dan perhatian besar dari salah satu Panelis, yaitu Bambang Setiawan, M.Si., dari Litbang Kompas. Dia mengatakan bahwa posyandu ternak yang dilakukan oleh Pemkab Tanggamus, belum banyak diterapkan di Indonesia. (Ron/Mar)









