oleh

Nanang Ancam Lapor Balik Eki

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Wakil Bupati Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto menegaskan, ijazah SMP yang dipunyai

ijazah SMP N 11 Jakarta Selatan bukan ijazah SLB-E Handayani Jakarta, karena dirinya ujian di SMP N 11 tersebut, bahkan dirinya akan menuntut balik pihak pelapor.

Hal tersebut dikemukakan Nanang Ermanto menanggapi pengaduan salah seorang pesaing politiknya dalam Pilkada Lamsel yang mengadukan ke Polda Lampung, bahwa ijazah SMP Nanang Ermanto diduga palsu, ketika ditemui di Rumah Dinas Wakil Bupati Kalianda, Kamis (3/3/2016).

Nanang mengatakan, sebenarnya dulu pernah ada pesaing politiknya mempersoalkan ijazah SMA-nya yang dikatakan palsu. Setelah diselidiki bahwa ijazah SMA -nya asli, lalu ijaah SMP-nya yang dipersoalkan dan ini kalau tidak terbukti juga. “Mungkin ijazah SD yang akan dipersoalkan. Kalau asli lagi misalnya mungkin ijazah TK-nya yang akan dipersoalkan,” tegasnya.

Dikatakan, dirinya sekolah di SLB-E Handayan Jakarta, sekolah untuk anak-anak yang berteperamental atau anak nakal, tapi ujiannya di SMPN 11 Jakarta. Dijelaskan, SLB-E Handayani Jakarta dikelola oleh Departemen Sosial RI, yang diperuntukkan untuk anak-anak nakal, bukan untuk anak-anak cacat mental atau ideot. Sedangkan kalau untuk sekolah anak-anak cacat  mental waktu itu sekolah di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC). “Jadi tidak sama SLB jaman dulu dengan SLB jaman sekarang,” tukasnya.

Dijelaskan, ia lulus dari SMPN 11 Jakarta pada tahun 1983/1984. “Jadi saya punya ijazah SMPN 11 Jakarta, maka kalau ada yang melaporkan saya ke Polda Lampung dengan dugaan penggunaan SMP palsu, itu tidak benar. Maka, dengan adanya perintah DPP PDI-P untuk melaporkan balik si pelapor karena sudah mencemarkan nama baik saya dan  akan secepatnya dilaksanakan, karena ini amanah partai,” tegas Nanang.

Mantan Kepala Sekolah SLB-E Handayani Jakarta Syambudi ketika dihubungi melalui telepon mengatakan, Nanang Ermanto tercatat sebagai murid SLB-E Handayani Jakarta sekolah untuk anak-anak nakal, milik Departemen Sosial RI. Sedangkan ujiannya di SMPN 11 Jakarta. “Jadi kalau ada yang mengatakan Nanang mempunyai ijazah SLB-E Handayani Jakarta berarti dia tidak mengerti alias goblok,” kata Syambudi yang saat ini sudah pensiun. (Saiful/Maryadi)