Harianpilar.com, Bandarlampung – Badan Penanaman Modal Daerah Izin Terpadu (BPMD-IT) menyatakan realisasi penanaman modal atau investasi di Lampung tahun 2015 mencapai Rp4,323 triliun. Sedangkan di tahun 2016 Lampung mendapatkan target investasi Rp3,5 miliar.
Kepala BPMD-IT Gulivar melalui Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian BPMD Lampung, M. Arifin mengatakan, tahun 2015 Lampung telah melebihi taget nilai tersebut yang telah ditetapkan untuk tahun 2015 sebesar Rp3,09 triliun atau 140 persen.
Arifin menjelaskan, pada tahun 2015 sumber investasi didominasi Penanam Modal Asing (PMA) sebesar Rp3,221 triliun dan Penanam Modala Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,102 triliun.
“PMA tersebut didapatkan dari beberapa negara, yakni Britis Virgin Island senilai Rp525 miliar, RR Tiongkok senilai Rp37 miliar, Korea Selatan senilai Rp1,158 triliun, Singapura senilai Rp126 miliar, Portugal senilai Rp6 miliar, Belanda senilai Rp3 miliar, gabungan negara senilai Rp1,123 triliun, dan Taiwan senilai Rp31 miliar,” kata Arifin, di ruang kerjanya, Kamis (3/2/2016).
Sektor investasi terbesar dari realisasi investasi senilai Rp4,323 triliun tersebut ialah sektor industri logam dasar, barang logam, mesin & elektronik sebesar 27% (Rp 1,173 trilun). Lalu, dilanjutkan sektor listrik, gas, dan air sebesar 20% (Rp 849,79 miliar), sektor industri makanan sebesar 17% (Rp 714,5 miliar), sektor industri kimia dasar, barang kimia & farmasi sebesar 14%, dan sektor perikanan sebesar 10%. “Sedangkan untuk sektor lainnya hanya di bawah 10%,” terangnya.
Sedangkan penilaian berdasar pada daerah lokasi, Bandarlampung merupakan daerah dengan investasi tertinggi sebesar 29%. Disusul Tanggamus 20%, Lampung Selatan 16%, Lampung Timur 12%, dan Tulangbawang 12%. Sedangkan untuk daerah lainnya hanya di bawah 10%.
Sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan pada tahun 2016 ini ialah sektor pariwisata. Pariwisata dianggap sebagai sektor yang berpotensi karenan memiliki sumber daya alam yang tidak kalah dengan daerah lain, namun perlu dilakukan promosi.
“Oleh karena itu, fokus kami pada tahun ini ialah mempromosikan pariwisata ke luar dan dalam negeri. Tidak hanya itu, kami juga akan melakukan perbaikan infrastuktur maupun fasilitas yang dibutuhkan,” ujarnya.
Arifin menjelaskan untuk nilai investasi belum bisa diakumulasi. Sebab, investasi dihitung per triwulan.”Ya, nanti itu habisnya triwulan pertama, 31 Maret, jadi kita bisa release sekitar tangga 10 April,” jelasnya.
Pasalnya evalausi tersebut langsung masuk kesistem Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan langsung terkoneksi seluruh indonesia yang terekam jadi satu. (Fitri/JJ)









