oleh

Kepala SDN 2 Krawangsari Diduga Tilep Dana BOS

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Kepala SDN 2 Desa Krawangsari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Teguh diduga menilep dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2015 yang nilainya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Pada tahun 2015 SDN 2 Krawangsari menerima dana BOS sebesar Rp30 juta lebih. Namun, mulai dari proses pencairan hingga membuat laporan pertangungjawaban (LPj) tidak pernah melibatkan ketua komite yang dijabat Agus Salim.

Agus Salim mengatakan diduga dalam membat LPj dana BOS, setiap triwulan oknum kepala SDN 2 Krawangsari ditengarai mencantumkan beberapa juta untuk rehab ringan sekolah tersebut. Sehingga, apabila dikalikan empat nilainya cukup besar. Sebab, kata dia dalam satu tahun terdiri dari empat triwulan atau empat kali pencairan dana BOS.

Menurut dia, pernah sekolah merehab kamar mandi, para siswa secara bergotong royong mengambil pasir di sungai, tak jauh dari sekolahan. Berdasarkan informasi dananya berdasarkan iuran dari para dewan guru.

Kemudian, dugaan berikutnya kata dia, oknum kepala SDN 2 Krawangsari juga diduga disinyalir mencantumkan dana untuk membeli buku. Diduga nilainya juga cukup banyak. Disinyalir dalam LPj BOS oknum kepala SDN 2 Kraangsari juga mencantumkan dana untuk membeli buku setiap triwulan. “Nah kalau setiap tiga bulan membelibuku, yang dibeli buku apa,” tanyanya, Senin (22/2/2016).

Lebih lanjut dia mengunkapkan bahwa selama SDN 2 Krawangsari dijabat Teguh, tidak pernah dilakukan rapat komite. Makanya pada Januari 2015, Agus Salim secara lisan kepada salah seorang dewan guru Sukarman menyatakan mengundurkan diri. “Ditunggu sampai setahun ko tidak ada perubahan, makanya pada tanggal 12 Februari 2016 saya menyatakan mengundurkan diri secara tertulis. Surat pengundur dirinya yang ditandatanganinya disaksikan 12 wali murid,” ucap dia.

Ny. Agus Salim juga memebarkan bahwa anaknya pernah bergotong royong mengambil pasir di sungai pada saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. “Itu kan menggangu KBM,” katanya.

Salah seorang dewan guru Iwan mengatakan dewan guru pernah iuran Rp50 ribu per guru. Dana tersebut untuk memperbaiki kamar mandi.

Sementara Kepala SDN 2 Krawangsari Teguh menyangkal semua tuduhan yang diamalatkan kepada dirinya. Mengenai dana dikelola secara transparan, tidak ada yang disembunyikan.“Semua dikelola secara transparan,” katanya.

Sekolah yang dipimpinya mempunyai 156 siswa. Dana BOS yang diterima sebesar Rp30.200.000 per tahun. Mengenai rehab kamar mandi menggunakan dana BOS. “Pasir saya beli Rp250 ribu. Sedangkan keramik, semen dan keperluan lainnya kami beli di toko. Semua ada bukti kuitansinya,” aku dia.

Mengenai ketua komite, memang benar, selama ini ketua komite selama setahun tidak aktif. “Kondisi tersebut sudah saya laporkan ke UPTD Pendidikan Kecamatan Natar,”katanya. (Mar)