Harianpilar.com, Tanggamus – Sekitar 300 orang yang tergabung dalam organisasi masyarakat (Ormas) yang bersasal dari Laskar Merah Putih serta lima ormas lainnya yakni Batang Hari Sembilan, Masyarakat Adat Tanggamus, IPL Kabupaten Tanggamus, Gabungan mahasiswa Tanggamus, serta Tokoh Masyarakat Tanggamus mendatangi, Kantor Kejaksaan Negeri (Kajari), Sekretariat Tanggamus, dan Gedung DPRD setempat.
Kedatangan Ormas tersebut guna tersebut mensikapi perihal dugaan penyuapan pemulusan anggaran APBD 2016 yang dilakukan oleh Bupati Tanggamus Hi Bambang Kurniawan kepada sejumlah anggota DPRD Tanggamus. Dalam orasinya yang diwakili oleh Koordinator Lapangan Rizal Umar mengkritisi suatu kebijakan pemerintahan.
Mereka diterima Kepala Kajari (Kajari) Kotaagung Taufan Zakaria. Kajari Kotaagung Taufan Zakaria mengatakan apapun bentuk partisipasi masyarakat dalam bentuk mengkritisi suatu kebijakan pemerintahan pihaknya akan menyambut positif. Ia juga mengatakan akan mempelajari permasalahan tersebut, yang mana memilki dukungan alat bukti akan dianalisa. Hal tersebut untuk menjaga perimbangan dari informasi itu sendiri.
“Apabila informasi itu disertai alat bukti yang kuat akan kita tindak lanjuti. Jangan sampai hanya isu yang menimbulkan multi pendapat kami intinya apa-apa yang mengandung aspek hukum akan kita tangani dalam konteks untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas,”kata Kajari, Senin (1/1/2016).
Setelah melakukan melakukan orasi dihadapan Kantor Kajari Kotaagung, mereka bergerak menuju kantor Bupati Tangamus. Disana perwakilan ormas tersebut diterima Sekretariat Daerah Mukhils Basri, Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora serta sejumlah pejabat lainnya. Dihadapan perwakilan ormas Sekda menyampiakan akan menindak lanjuti sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan tersebut kepada Bupati Tanggamus. Hal tersebut bertujuan segala persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.
Koordinatior lapangan Rizal Umar mengatkan orasi ini sebagai bentuk perhatian rakyat Tanggamus, agar sistem pemerintahan situasi pembangunan dan tata kelola pemerintahan dapat berjalan dengan baik demi kepentingan masyarakat luas.
“Jujur dalam hal ini saya tidak ada kepentingan apa-apa, tapi ini berangkat dari hati nurani saya sebagai masyarakat Tanggamus, karena jika ada persoalan terjadi di pemerintahan rakyat yang akan menjadi imbasnya ini yang saya tidak mau,”ujarnya. (Ron/Mar)









